Berbagi Pengalaman Honda CBR150R FI CBU Minum Bensin Premium

orang-ngisi-bensin

Kisah ini berawal pada saat saya harus pergi ke tempat salah seorang paman saya yang bertempat tinggal di daerah Temanggung, Jawa Tengah untuk mengabarkan suatu kabar gembira. Kebetulan hari itu hari Minggu yang cukup cerah berangkat dari jogja jam 10 pagi sehingga perjalanan terasa begitu nikmat dan menghibur. Sampai di tengah perjalanan kebetulan BBM tinggal 3 kotak sehingga berhenti di sebuah SPBU yang cukup besar di pinggir Jl. Magelang, tetapi kebetulan Pertamax baru habis. Kemudian antara ragu dan takut mengisi premium di motor saya CBR150R FI  CBU saya memilih tidak mengisi bensin saja dan alhamdulillaah masih bisa pulang pergi Bantul-Temanggung dan tidak kehabisan bensin.

20140831_121159

Sesampainya di rumah saya berinisiatif untuk mencoba mengisi bensin premium ke motor saya yang oleh pabrikan sudah dinyatakan ready bensin premium. Hal ini menurut saya penting karena saya sering harus melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang sulit mendapatkan BBM jenis pertamax. Kebetulan tanki bensin sisa satu kotak dan saya tidak suka tanggung-tanggung dan selalu mengisi full tank. Setelah tangki penuh, bayar bensin premium agak kaget, biasanya full tank lebih dari 120 ribu kok hanya 60 ribu rupiah aja. Kemudian nyalakan starter kaget lagi, oh ternyata mesinnya menyala.

Berikutnya dicoba untuk mulai berkendara beberapa kilo meter. Hal pertama yang terdeteksi adalah mesin suaranya mulai sedikit lebih keras, kemudian terdengar suara seperti mendengung dari blok mesin. Aku sudah mulai curiga jangan-jangan bensin di ruang  bakar terbakar sebelum timmingnya sehingga mesin kehilangan kompresi. Sempat coba digeber suaranya kok ga halus dan pecah gitu kemudian aku turunin gas cepet dan tiba-tiba mesin mati kemungkinan karena loss kompresi. Hati mulai cemas dan dalam hati berfikir, wah gara-gara make bensin premium motor saya jadi kacau, sudah mesin klotok-klotok klaim camshaft ga datang-datang, mesin jadi keras dan tidak bertenaga, lalu aku beristighfar memohon ampunan kepada Tuhan atas semua kesalahanku.

Kemudian aku berfikir untuk mencegah knocking maka nilai oktan bensin di tangki harus ditambahi dengan bensin pertamax kemudian aku langsung ke pom bensin dan ditambahi penuh dengan pertamax karena tidak ada pertamax plus lumayan nambah 3 liter. Lumayan suara mesin mendengung sedikit berkurang dan aku menjaga agar tidak menggunakan RPM tinggi agar tidak terjadi knocking. Hingga akhirnya pas bensin tinggal satu kotak langsung aku isi full tangki dengan pertamax. Setelah berkendara beberapa menit mesin kembali normal, tidak ada suara mendengung meskipun digeber sampai red-line. Alhamdulillaah motorku sudah normal kembali meskipun masih klotok-klotok kalo lagi idle tapi tetap bersyukur.

Begitulah sharing saya tentang pengalaman mengisi bensin premium di motor Honda CBR150R FI CBU milik saya. Semoga bermanfaat.

Iklan

6 thoughts on “Berbagi Pengalaman Honda CBR150R FI CBU Minum Bensin Premium

  1. yusrifan isra

    mau tanya mas, saya baru beli CBR 150 R, pas beli langsung isi premium, tapi setelah ini, mau isi pertamax, apa nggak mempengaruhi kalo langsung diisi pertamax? atau kalo misalnya sudah kecampur dengan premium kan zat pembersih dari pertamax gak aktif, tapi apakah setelah habis, trus diisi dengan pertamax lagi zat adiktif pembersih mesinnya akan aktif lagi?

    Balas
  2. Engineer

    Pengalaman yang sama mas bro, waktu itu coba diisi premium bener aja malah loss power jadi turun waktu digeber di rpm 8500 keatas, indikasinya, mesin kayak ngadat, memang karena CR dari enginenya sendiri udah tinggi 11:1 disarankan untuk memakai bahan bakar dengan RON 92 atau 95 untuk mencegah hunting (pembakaran sebelum busi memercikan api) dan knocking (pembakaran setelah reaksi pembakaran oleh udara dan bahan bakar yang dipercik api oleh busi) pada intinya dengan menggunakan rasio kompresi yang cukup tinggi, dikarenakan volume ruang bakar di titik mati atas piston itu sekitat 14,9cc (bisa dihitung dengan mengalikan volume langkah, dibagi dengan rasio kompresi 11-1=10) (note : untuk membuktikan bahwa rasio kompresi memang 11:1 bisa dengan formula volume langkah (cc) + volume ruang bakar dibagi dengan volume ruang bakar) cukup sempit jika dilihat secara kasat mata, namun dalam ilmu teknisnya, tekanan kompresi sebelum dan sesudahnya, sudah diperhitungkan secara cermat oleh engineer dalam mendesign enginenya dan fuel properties yang tepat, masalahnya bukan hanya untuk kesesuaian timing pengapian, tapi juga untuk memaksimalkan power dari engine dan reliability dari komponen enginenya. Sekian

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s