Arsip Bulanan: Maret 2015

Motor Sport Baru Dari Suzuki

suzuki-gixxer-155-07

Hari Jum’at kemarin adalah hari yang cukup sibuk bagi saya tetapi alhamdulillaah masih bisa menyempatkan mampir ke bengkel suzuki untuk penggantian cover handle pada motor Suzuki Skywave saya. Pada saat menunggu pengerjaan motor suzuki skywave ada kesempatan tanya-tanya ke mekanik di sana tentang motor-motor matic suzuki 125 cc, termasuk tentang motor sport Suzuki Thunder dan motor sport baru suzuki yang akan dilaunching.

nex-address-2

Pertama-tama saya tanyakan tentang matic suzuki 125cc seperti Spin, Hayate yang kenapa kok tidak dipajang lagi di showroomnya. Dan jawabannya bikin saya agak kaget bahwa ternyata produk itu sudah tidak diproduksi lagi, dan motor matic suzuki fokus di Address, Nex FI, dan LET’s FI. Oalah gitu toh ternyata pantesan dah tidak dipajang di dealer, yang masih dipajang cuma Suzuki Address, Suzuki Satria Fu 150cc, dan Suzuki Shooter FI.

thunder_125

Kedua pertanyaan menjurus pada motor sport, kali ini tentang suzuki thuder 125 yang juga tidak ada di delaer. Dan jawaban para mekanik itu pun sama bahwa thunder 125 juga sudah tidak diproduksi lagi. Walah lah terus mau jualan matic dan fu aja po? Kemudian aku sedikit bertanya tentang motor sport suzuki yang baru, kebetulan ada teman yang upload gambar rangka motor sport tapi mesinnya satria fu. Dan lagi-lagi mereka menjawab belum ada pemberitahuan dari pusat. Tapi menurut mereka memang akan ada sosok motor sport baru dari suzuki.

Tentang motor sport baru dari suzuki ini sudah ada kabar di internal suzuki dan dah sampai ke para mekanik, tapi kagetnya kok katanya mesinnya diambil dari Suzuki Shooter FI. Jadi istilah dari para mekanik itu Suzuki Shooter FI akan diubah menjadi motor sport mirip Satria Fu. Walah jadinya mirip Suzuki Raider 115cc dong. Apakah suzuki sudah trauma mengeluarkan motor baru dan ga pernah sukses jadi nggak mau ngeluarkan motor yang terlalu jauh berbeda dengan motor mereka satu-satunya yang bisa sukses yaitu Satria Fu. Ataukah ini adalah trategi blue ocean baru dari suzuki yaitu membuka pasar baru motor ayam jago dengan kubikasi 115 cc. Entahlah sangat membinungkan tapi semoga bisa laris.

suzuki-satria-j115fi-philipina

Sungguh sayang sekali jika suzuki tidak ikut memperebutkan pangsar pasar motor sport yang saat ini dikuasai oleh Yamaha Vixion tapi dominasinya mulai memudar dihajar oleh Honda. Dengan kemampuan suzuki dalam meracik motor sport 4 tak 150cc yang terbukti dengan salah satu produk yang diakui keunggulannya dari rival sekelasnya yaitu Suzuki FXR 150 cc sangat sayang sekali kalo kelewatan momentum ini.

shooter_fi

Kabar ini murni berasal dari wawancara saya dengan mekanik di bengkel suzuki. Semoga suzuki bisa terus berkembang dan bertahan melawan gempuran pabrikan se jepang lain yang gila-gilaan dalam berinovasi dan membanjiri pasar dengan produk motor baru yang canggih dan beragam. Sungguh sangat ironis sekali kalau pabrikan suzuki dengan pekerja yang sangat banyak dari marketing, perakitan serta  show room dan bengkel yang tersebar ke seluruh Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Bahaya Menggunakan Oli Diluar Spesifikasi Dari Pabrikan Motor

mengisi-oli-mobil

Akhir-akhir ini marak oli HDEO (Heavy Duty Engine Oil) dan juga PCMO (Passenger Car Motor Oil) digunakan untuk sepeda motor baik kopling manual maupun matic. Dan hal ini tentu saja melanggar petunjuk perawatan sepeda motor terkait karena menggunakan oli mesin yang di luar spesifikasi yang dianjurkan dan secara otomatis menggugurkan garansi mesin.

Pada buku petunjuk penggunaan sepeda motor baik kopling manual maupun matic memberikan petunjuk tentang viskositas atau kekentalan oli yang dianjurkan berdasarkan tingkat SAE, kemudian tingkat spesifikasi API service minimal dan sertifikasi JASO yang dibutuhkan (JASO MA untuk kopling basah dan JASO MB untuk kopling kering). Dengan spesifikasi yang sudah gamblang diharapkan pengguna tidak akan kesulitan dalam menemukan oli mesin yang sesuai untuk sepeda motornya.

Contohnya misal Honda CB150R direkomendasikan menggunakan oli API SJ, JASO MA dan tingkat viskositas SAE 10W30 sampai dengan 10W40. Berarti Honda CB150R boleh menggunakan oli dengan sertifikasi API SJ keatas yaitu API SJ/SL/SM dan SN karena API servis yang baru kompatibel dengan API servis yang lebih lama (dengan catatan mesin kondisi standar). Selain itu adalah oli untuk Honda CB150R harus mempunyai sertifkasi JASO MA. Viskositas oli yang dianjurkan untuk Honda CB150R termasuk 10W30, 5W30, 0W30, 10W40, 5W40 atau 0W40. Angka di belakang huruf W pada tingkat SAE menunjukkan tingkat keenceran pada suhu 100° C yang direkomendasikan pada Honda CB150R adalah grade 30 dan 40 menurut SAE J300. Sedangkan angka di depan huruf W menunjukkan tingkat viskositas pada suhu dingin sehingga semakin kecil semakin mudah distarter pada suhu dingin. Karena JASO MA mensyaratkan tingkat viskositas HTHS (High Temperature High Shear) min 2,9 mPA.s sehingga semakin kecil tingkat viskositas W mengharuskan viscosity index yang semakin tinggi sehingga biasanya memiliki base oil yang lebih baik.

Oleh API (American Petroleum Institute) base oil dikelompokkan menjadi:

  1. Group I : biasa disebut mineral based. Base oil ini harganya paling murah karena proses pengolahannya paling sederhana. Memiliki kandungan sulfur > 0,03 %, molekul hidrokarbon jenuh < 90% dan indeks viskositas 80 s.d 120.
  2. Group II : base oil ini diolah dengan hydrocracking sehingga hasil yang didapatkan hasil yang lebih murni dari Group I. Memiliki kandungan sulfur < 0,03 %, molekul hidrokarbon jenuh > 90 % dan indeks viskositas 80 s.d 120. Karena seluru kandungan molekul hidrokarbon jenuh sehingga memiliki sifat antioksidasi yang lebih baik.
  3. Group III : base oil ini karakteristiknya mirip dengan Group II tetapi memiliki indeks viskositas yang lebih tinggi yaitu > 120. Semakin tinggi indeks viskositas maka ketebalan lapisan oli semakin bertahan seiring berubahnya tingkat panas mesin. Base oil group III diperoleh dengan proses hydrocracking lebih lanjut dari base oil Group II.
  4. Group IV : base oil dari PAO (Polyalpha olevin).
  5. Group V : adalah base oil yang tidak termasuk di group I s.d IV, salah satunya adalah  polyolester.

Oli dengan base oil group III dan IV biasa dipasarkan sebagai fully synthesis. Sedangkan oli semi synthesis terdiri dari campuran antara base oil group I dan II dan sebagian base oil group III dan IV. Sedangkan oli mineral menggunakan base oil group I dan II. Oli mesin yang paling bagus adalah yang full synthesis disusul semi synthesis dan terakhir oli mineral based. Semakin bagus base oil maka oli akan semakin stabil terhadap oksidasi sehingga tidak mudah menguap dan masa pakai lebih lama.

Sertifikasi tingkat API service dikeluarkan American Petroleum Institute dan digolongkan ke dalam API Sx untuk mesin pemetik api dengan busi (mesin bensin) dan API Cx untuk pemetik api dengan kompresi (mesin diesel). Untuk mesin bensin tingkat API servis dari yang paling lama ke yang paling baru API SF, API SG, API SJ, API SL, API SM dan API SN. Sedangkan untuk mesin diesel tingkat API servis API CH-4, API CI-4, API CI-4+, API-CJ. Semakin baru tingkat API servis akan kompatibel dengan tingkat API servis sebelumnya untuk kendaraan standar. Pada setiap tingkatan API servis SJ sampai SM tingkat kandungan phospor yang biasanya terdapat dalam oli mesin sebagai ZDDP (Zing dithiophospate) semakin dikurangi, hal ini karena sifat racunnya dan bisa merusakan katalis konverter pada mesin jenis baru. Ironisnya ZDDP sangat penting  untuk perlindungan camshaft jenis flat (sliding/cleave) tappets termasuk di sini camshaft yang tidak menggunakan roller rocker arm seperti camshaft pada Honda CBR150R. Kurang dari setahun sejak dikeluarkannya API SM yang mengurangi tingkat phospor maksimal sebelumnya API SJ maksimum 1200 ppm dan API SL maksimum 1000 ppm  dan API SM 800 ppm saja sehingga terjadi banyak kasus kerusakan prematur pada camshaft jenis flat (sliding/cleave) tappets pada saat inreyen yang kemungkinan disebabkan karena tingkat kandungan ZDDP pada oli yang kurang. Oleh karena itu munculah oli mesin khusus yang ditujukan untuk keperluan tertentu dengan kandungan phospor dan zinc di atas kadar yang diperbolehkan oleh API, misalnya oli racing untuk kendaraan yang sudah disetting untuk racing contohnya Motul 300V. Sedangkan mesin yang standar dari pabrikan masih aman menggunakan spesifikasi API servis SM dan API servis SN.

Sedangkan sertifikasi JASO dikeluarkan oleh Japanese Automotif Society. Untuk mesin 4 tak JASO menggunakan standar JASO MA, MA1, MA2 untuk kopling basah dan JASO MB untuk kopling kering. Sedangkan untuk mesin 2 tak menggunakan standar JASO FA, FB, FC dan FD. Standar JASO MA digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggolongan oli mesin untuk kopling basah (wet clutch) yang tidak masuk dalam penggolongan API servis karena sejak API servis SJ dukungan untuk kopling basah tidak diwajibkan. Salah satu pengujian standar JASO MA adalah pengujian tingkat friksi yang menentukan kecocokan untuk digunakan pada kopling basah.

Pada oli HDEO dan PCMO sangat jarang mencantumkan spesifikasi JASO MA atau MA2 maupun MB karena tidak ditujukan untuk pemakaian oli motor yang biasanya memakai kopling basah. Biasanya yang ditampilkan adalah spesifikasi tingkat API servis, standar ILSAC, ACEA dan beberapa standar pabrikan mobil yang didukung oleh oli mesin itu misal standar MB (mercedez benz) atau BMW.

Sertifikasi ILSAC dikeluarkan oleh The International Lubricant Standardization and Approval Committee. Dimulai dengan standar ILSAC GF-4 yang berlaku untuk oli encer dengan tingkat viskositas SAE xW20 dan xW30 menambahkan pengujian tingkat keiritan bahan bakar sehingga membutuhkan oli yang encer dan licin agar mesin bekerja lebih ringan dan lebih hemat bahan bakar dan untuk mesin kopling basah termasuk motor akan menyebabkan slip kopling.

Para pemakai oli HDEO dan PCMO pada motor kopling basah mensiasati tidak adanya sertifikasi JASO MA dengan menghindari oli dengan serifikasi ILSAC GF-4 dan GF-5 maupun API SM/EC (Energy Conserving) dan API SN/RC (Resource Conversving) karena sudah dipastikan terlalu licin dan menyebabkan slip kopling. Selain itu juga memilih tingkat viskositas yang agak kental yaitu SAE xW40 atau yang lebih kental meskipun ada beberapa yang berani menggunakan oli SAE xW30 pada motor kopling basah.

Dengan memilih oli mesin HDEO dan PCMO dengan tingkat API servis yang sesuai untuk motor dan mempertimbangkan hal-hal di atas apakah sudah aman untuk kopling basah? Jawabannya adalah BELUM!. Karena belum diuji tingkat friksi pada kopling yang sesuai untuk motor kopling basah dan hal ini sangat vital. Jika tingkat friksi pada kopling terlalu kecil (licin) akan membuat kopling slip. Indikasi terjadi slip kopling adalah pada saat tuas kopling tidak ditarik dan jarum rpm berputar ke kanan (meningkat) tapi motor tidak bertambah cepat. Slip kopling bisa membuat  kopling hangus dan rontokannya menyumbat filter oli sehingga oli tidak bisa naik dan melumasi cylinder head sehingga bisa menyebabkan keausan pada camshaft sehingga timing mesin kacau dan menghancurkan katup, piston dan stang piston yang tentu saja tidak murah untuk diperbaiki. Bagaimana kalo tingkat koefisien friksi pada kopling cukup bagus mungkin mendekati standar JASO MA atau bahkan memenuhi standar JASO MA? Tentu saja mesin bisa berjalan dengan normal dan bahkan ada banyak anggota komunitas pemakai HDEO dan PCMO pada motor  yang cukup beruntung yang telah bertahun-tahun menggunakan oli HDEO dan PCMO di motornya dan aman-aman saja.

Untuk meminimalkan resiko komunitas pemakai HDEO dan PCMO berbagi jenis oli mesin HDEO dan PCMO apa saja yang menurut analisa property kimiawinya aman dan yang sudah dipakai dan tidak mengalami slip kopling dan dibuat daftarnya. Meskipun pengujian yang dilakukan dan belum teruji dalam jangka waktu yang lama tetapi lumayan bisa mengurangi resiko.

Berikut ini adalah salah satu contoh list daftar oli PCMO hasil dari analisis oleh Mbak Dian Susanti  yang dikirimkan oleh Mas Suryo Sigit Purnomo Jr pada group facebook HDEO/PCMO on Motorcycle.

List 1:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_1

List 2:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_2

List 3:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_3

Kemudian bagaimana kalo menggunakan oli HDEO dan PCMO pada motor kopling kering misalnya skutik. Karena tidak menggunakan kopling basah sehingga spesifikasi JASO MA tidak diwajibkan sehingga selama tingkat viskositas SAE masuk dalam rekomendasi buku manual dan tingkat API servis sesuai juga sebenarnya relatif aman.

Kemudian mengapa para anggota komunitas pemakai HDEO dan PCMO mau bergambling dan rela menjadi alat testing oli mesin berjalan untuk mencoba oli HDEO dan PCMO pada motor mereka yang bagi sebagian orang tidak murah. Pertama karena menurut mereka bahwa oli HDEO memiliki tingkat TBN  (Total Base Number) yang tinggi mengindikasikan kadar aditif yang bertanggung jawab dalam menetralkan asam dan menyebarkan jelaga sehingga masa pakai oli yang lebih panjang. Dengan menggunakan oli dengan masa pakai yang panjang akan mengurangi limbah oli dan lebih ramah terhadap lingkungan. Selain itu pada kisaran harga yang sama HDEO dan PCMO memiliki tingkat standar API yang lebih baik dibandingkan dengan MCO (motorcylcle oil).

Sedangkan keuntungan menggunakan MCO (motorcycle oil) pada motor dibandingkan HDEO dan PCMO adalah keamanan dan garansi yang terjamin karena sudah teruji dan memiliki sertifikasi yang disarankan oleh pabrikan motor. Selain itu biasanya pada kisaran harga yang sama tingkat viskositas oli MCO lebih encer dibandingkan dengan oli HDEO dan PCMO misalnya xW40, xW30 sehingga kinerja mesin lebih ringan dan tenaga yang tersalurkan ke roda semakin besar sehingga performa kendaraan meningkat dan bensin lebih hemat. Selain itu produk oli MCO juga sangat lengkap untuk segala jenis kebutuhan Anda, dari mulai oli mineral based, semi sinthesis sampai fully sinthesis dan dari tingkat SAE yang encer xw30, xW40 sampai dengan yang kental xW50 semua tersedia dan sangat banyak macamnya dan dari harga yang murah sampai yang mahal.

Jadi motor Anda akan menggunakan oli MCO (motorcycle oil) atau HDEO atau PCMO semua terserah Anda. Tetapi penggunaan oli di luar rekomendasi pabrikan garansi akan hangus dan resiko ditanggung oleh Anda sendiri. Saya merekomendasikan agar tetap menggunakan oli MCO pada motor Anda.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat dan mudah difahami karena mencari istilah yang mudah difahami agak sulit. Jikalau ada kesalahan harap maklum karena masih belajar dan mohon koreksinya.

Antara Motor Matic dan Motor Sport

matic_vs_sport

Sebagai seorang pekerja yang setiap hari aktivitas didukung dengan kendaraan terutama roda 2 pasti punya beberapa pilihan yaitu make motor matic, motor bebek maupun motor sport.

Motor sport memiliki kelebihan di sisi bentuk yang biasanya lebih gede dan lebih gagah serta power dan torsi yang biasanya gede juga dan biasanya memiliki top speed yang tinggi. Jadi kalo kebutuhannya power atau torsi yang gede atau top speed yang tinggi maka motor sport bisa menjadi pilihan. Selain itu motor sport juga terlihat lebih gagah dan meningkatkan kepercayaan diri sebesar tergantung jenis dan kelas motor sport yang digunakan sehingga membantu menambah motivasi bekerja dan menemukan pasangan hidup. Di lain sisi kekurangan dari motor sport adalah besar dan berat sehingga ketika mau memarkir atau berkendara lambat atau stop and go di kemacetan akan sedikit melelahkan. Selain itu motor sport menggunakan kopling manual sehingga tangan kiri tidak bisa bebas karena harus memegang tuas kopling dan juga membutuhkan tenaga untuk mengoperasikan kopling motor. Kekurangan yang lain adalah sulit untuk membawa barang bawaan karena bagasi yang nyaris tidak ada tapi bisa diakali dengan memasang boks tambahan.

Di satu sisi matic menawarkan kelebihan di sisi bentuk yang lebih kecil, ringan dan praktis. Matic lebih mudah untuk membawa barang-barang bawaan karena dilengkapi dengan bagasi yang luas dan tempat menyantelkan barang bawaan.  Karena menggunakan transmisi otomatis berupa CVT maka rider tidak perlu memikirkan tentang perpindahan gigi, tinggal gas dan rem saja jadi lebih mudah dan nyaman. Salah satu contoh nyata adalah ketika membawa jas hujan bisa diletakkan di bagasi bukan di tas, bagi seorang teknisi komputer yang biasa membawa tool kit jaringan komputer dan obeng-obeng lainnya serta dvd-drive portabel maupun wadah dvd yang berisi software installer dan utilities bisa diletakkan di bagasi sehingga bisa lebih ringan tanpa membawa tas. Sedangkan kekurangan motor matic adalah pada bentuknya yang kurang gagah dan power dan torsinya yang kecil dibanding motor sport.

Kecenderungan motor bebek semakin tersingkir mungkin karena karakternya yang ditengah-tengah antara motor matic dan motor sport. Motor bebek tidak senyaman dan sepraktis motor matic dan di satu sisi tidak segagah motor sport. Kebanyakan bebek cenderung mirip motor matic yang ada sekarang tetapi masih membutuhkan perhatian untuk perpindahan gigi secara manual. Motor bebek biasanya memiliki bagasi yang lumayan luas juga dan biasanya lebih irit bensin dari motor matic. Tetapi ada varian bebek yang biasa disebut ayago atau ayam jago yang lebih cenderung ke motor sport karena bagasi yang nyaris tidak ada dan minus tempat membawa barang bawaan murni mengejar akselerasi dan kecepatan.

Dan pada akhirnya pilihan terserah pada Anda apakah memakai motor matic ataukah motor sport. Karena kebutuhan dan selera masing-masing orang berbeda. Dan yang tidak kalah penting adalah selalu menghormati sesama pengguna jalan dan keep safety dalam riding.

Sekian dan semoga artikel ini bermanfaat.

Shell HX7 10w40 API SN Sangat Cocok dengan Suzuki Skywave

20150302_090735

Setelah kemarin memiliki mainan baru motor matic skywave langsung saya coba isi dengan Shell HX7 10w40 API SN JASO MB 1 liter yang merupakan oli mobil. Tetapi karena motor matic biasanya menggunakan kopling kering maka kompatibel dengan oli ini secara spesifikasi.

shell_hx7_10w40

Feel setelah dituangkan oli ini ke mesin suzuki skywave adalah akselerasi yang semakin terasa, tarikan yang lebih halus dan bensin terasa sedikit lebih irit meskipun tetap terhitung boros untuk motor 125cc yaitu sekitar 1:33 km/liter. Entah kenapa dirasakan terjadinya panas berlebih dan suara mesin yang berisik. Hal ini sepertinya diakibatkan karena waktu menggantinya memang komponen mesin terutama bagian klep sudah aus karena usia motor yang sudah tua dan juga pemakaian filter oli yang sudah terlalu lama belum diganti jadi sirkulasi oli kurang optimal. Setelah melakukan service besar dan ganti filter oli kejadian overheating dan suara mesin berisik sudah hilang.

Perlu diketahui bahwa rekomendasi Suzuki untuk oli motor Skywave adalah oli JASO MA dengan SAE 20W50 dengan kapasitas oli 1,1 Liter dan penggantian periodik 1 Liter. Cukup aneh mengapa mesin kopling kering menggunakan spek JASO MA dan setelah saya konsultasikan dengan mekanik olinya boleh make JASO MB ataupun jASO MA.

Jadi bagi yang suka akselerasi yahud dan suzuki skywavenya lebih irit bensin tetapi mesin sedikit lebih garing suaranya knalpotnya boleh mencoba Shell HX7 SAE 10w40 API SN tapi kalo yang lebih suka knalpot gandem namun lebih boros dan akelerasi berat silahkan kembali ke oli SGO 4T 20W50.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat.

Menguji Performa Top Speed Suzuki Skywave 2008

20150302_090721

Pagi ini saya mencoba memakai Yamalube Carbon Cleaner seharga Rp 25.000 pada motor Skywave 2008. Setelah diisi bensin ron88 full tank sekitar 5 liter dan dicampur dengan Yamalube Carbon Cleaner maka saatnya menggeber si motor matic dengan full throttle.

Karena mendapati jalanan yang halus dan lurus dan lumayan sepi sehingga mendukung utuk pengujian performa jadi sekalian saja saya ukur dengan aplikasi SpeedView yang memanfaatkan GPS di ponsel Android untuk mengetahui kecepatan real berdasarkan GPS dan membuat log catatannya. Mengingat ini adalah motor matic 125 cc yang masih standar jadi top speed tidak akan tinggi-tinggi banget jadi agak santai mengujinya. Berat barat rider 95 kg ditambah tas membawa laptop dan alat-alat dengan berat sekitar 4 kg jadi berat beban pengendara diasumsikan 99 kg. Bensin di tangki masih lumayan full sekitar 4,5 liter. Trek lurus yang dilewati sekitar 3 km.

Setelah mempersiapkan aplikasi SpeedView lalu mulai nyalakan mesin dan gas pol. Setelah berjalan beberapa menit dan jalur trek lurus habis segera berhenti dan sempat melihat pada speedo motor matic mencapai 103 km/jam. Agak kaget juga kok cuma segitu padahal di web ada yang pernah mencoba sampai 115 km/jam. Setelah itu melihat log di aplikasi SpeedView.

Screenshot_2015-03-02-09-29-53

Dan ternyata tercatat kecepatan maksimum berdasarkan GPS adalah 96 km/jam. Wah sangat akurat berarti deviasi Speedo Meter dengan GPS hanya 4% saja. Yah lumayalah untuk ukuran motor tua usia 5 tahun lebih.

Sekian artikel tentang uji performa motor matic Susuki Sky Wave 2008 ini, semoga bermanfaat.

Membeli Motor Matic Second Suzuki Skywave 2008

20150302_090735

Ditengah hingar bingar peluncuran motor matic terbaru dari 2 pabrikan motor terbesar di tanah air yaitu Honda dan Yamaha. Sehingga terbersit keinginan untuk membeli sebuah motor matic baru tetapi karena akhir-akhir ini kondisi keamanan di negeri ini sedang kurang mendukung dengan banyaknya kasus pembegalan yang terjadi. Sehingga lebih memilih motor matic second sehingga tidak terlalu memancing para penjahat untuk merampas motor itu.

Setelah searching-searching di website OLX akhirnya menemukan beberapa kandidat yang menurut saya dilihat dari foto-fotonya cukup meyakinkan, diantaranya adalah sebuah Skywave 2008 yang ditawarkan seharga Rp 7.200.000. Setelah paginya menghubungi seller dan barang masih ada lalu siangnya janjian untuk cek kondisi fisik motor dan mencoba menggoyang harganya.. heheh

Sampai sana ketemu sellernya seorang Bapak yang sangat ramah. Sangat senang karena diperbolehkan untuk melakukan test ride motornya. Hal pertama-tama yang saya perhatikan adalah mengecek bagian fisik dan rangka yang masih lumayan cuma ditemukan beberapa goresan wajar. Kemudian coba nyalakan mesin dan agak sulit menyala tapi setelah menyala masih terdengar lumayan halus. Saya coba menawar harganya dan di Bapak selernya dan bilang netnya Rp 6.500.000. Alhamdulillaah bisa hemat Rp 700.000.. heheh. Setelah itu coba dipakai jalan beberapa ratus meter dan terdengar bunyi getar yg ternyata berasal dari spion dan selainnya lumayan normal. Dan akhirnya setelah melihat dokumen surat menyurat motor yang lengkap, saya deal beli motornya.

Sampai rumah dicek dan dibersihkan dan buru-buru ganti handle rem kiri dan karet stang, dua-duanya 2xRp 20.000. Sekalian ganti oli transmisi dengan Yamalube 100 ml seharga Rp 24.000 dan oli mesin dengan Shell HX7 10w40 1 liter API SN eharga Rp 76.000. Karena ini motor matic dengan kopling kering jadi olinya tidak harus memiliki spesifikasi JASO MA. Lumayan kaget karena ternyata ring baud tap oli tidak ada, sama mas bengkel mau dikasih selotip semen tapi saya bilang ga usah biarin aja mas. Kemudian setelah itu dibawa pulang dan sampai rumah dari baud tap oli ada bocor dikit, haduh pusing dan panik tapi tenang ada teman SD dan SMP dulu yang sekarang menjadi kepala mekanik bengkel resmi suzuki di daerah Ambarukmo Yogyakarta. Setelah ngobrol2 lewat WA dengan teman saya itu ternyata partnya ada di bengkel resmi suzuki.

20150220_095805

Kemudian pagi harinya segera servis karbu dan CVT sekalian ganti ring baud tap oli di bengkel resmi suzuki di daerah Klodran Bantul. Pada saat servis karbu dan CVT ada beberapa part yang diganti dan diberi paslin baru dibagian CVT karena telah kering. Ternyata baud ring tap oli bisa diganti dengan ring busi dan setelah dicoba beres ga bocor lagi olinya dan oli Shell HX7 yang baru diganti kemarin sore masih bisa dipake lagi, trims bengkel suzuki. Total servis dan ganti beberapa part termasuk ring busi habis Rp 86.000. Lumayan murah banget karena terbiasa servis Honda CBR150R sekali servis tanpa ganti alat saja Rp 90.000.. heheh

20150302_112127

Setelah bagian mesin dan CVT sudah beres dan oli tinggal peremajaan si karet bundar alias ban yang merupakan salah satu part yang sangat vital karena kalau bocor mau kendaraan semahal apa tetap harus didorong sehingga baik untuk mengurangi berat badan. Untuk mengganti ban saya pergi ke daerah pasar onderdil di pasar klitikan pleret bantul. Ternyata agak sulit ganti ban skywave yang ring 16. Tapi di salah satu toko tersedia dengan ukuran standar dan tubeless merek Zeneos. Total ban depan belakang dan ongkos pemasangan habis Rp 305.000.

20150218_174016

Akhirnya beres sudah dan siap untuk digunakan untuk berpetualang dan membantu aktivitas sehari-hari juga bisa. Setelah ini akan diuji performanya semoga bisa dishare di next artikel.