Suka Dan Duka 3 Tahun (42.825 km) Bersama Honda CBR150R built-up

CBR150R_3_TAHUN

Diantara godaan dan serbuan dari beraneka model motor sport baru baik yang 150 cc maupun yang 250 cc tetapi sampai saat ini masih tetap bertahan dengan Honda CBR 150R FI. Alasan utamanya mungkin karena motor ini setelah menempuh 42.825 km dan dipakai selama 3 tahun masih tetap yang paling nyaman dan asyik untuk dipakai harian dan konsumsi bensinnya termasuk sangat irit biasa 40-45 km/liter pertamax untuk harian.

Banyak motor sport berfairing model baru dengan kubikasi 150 cc tetapi belum ada yang sreg dengan hati, entah itu yang bentuk body terlalu kecil utk ukuran saya maupun yang posisi ridingnya terlalu racy jadi khawatir pegal kalau lagi mau perjalanan jauh. Ditambah dengan perbedaan power mesin yang tidak terlalu signifikan membuat opsi untuk upgrade menjadi tidak ada.

Kemudian godaan motor sport berfairing 250 cc juga banyak tetapi juga belum ada yang sreg, ada yang karena model stang under yoke yg terlalu nunduk, ada juga yang jok boncengan yang kecil dan pendek sehingga menyulitkan saat mau berboncengan dengan istri tercinta. Selain itu konsumsi bensin yang berkisar 20-30 km/liter pertamax masih terbentur dengan daya beli.

Sekarang tentang suka-suka dengan Honda CBR150R ini setelah pemakaian selama 3 tahun adalah:

  1. Motor ini memiliki desain yang gagah dan elegan sehingga tanpa modif sana-sini pun sebetulnya sudah gagah dan sedap dipandang mata tidak terlalu kekecilan dan tidak terlalu kegedean untuk saya.
  2. Riding position yang nyaman dan tidak terlalu menunduk sehingga enak dikendarai. Pernah dibawa dari bantul sampai ke purbolinggo non stop hanya berhenti bbrp menit untuk sholat saja dan ternyata badan tidak terasa pegal.
  3. Mesin 150 cc dengan kompresi 11:1 dan memiliki peak power 17,8 PS pada 11.000 rpm bisa menggapai top speed 140 km/jam on speedometer dengan cukup mudah.
  4. Kelebihan lainnya adalah getaran mesin yang sangat halus sehingga nyaman dikendarai.
  5. Mesin dengan limiter yang lumayan tinggi di 12.000 rpm membuatnya sangat asyik dikendarai pada rentang rpm 7.000 ke atas dan suara mesin dan knalpotnya sangat sporty memacu adrenaline dan memompa semangat.
  6. Dengan konsumsi bensin 40-45 km/liter masih sangat nyaman di kantong saya buat harian.
  7. Susunan material body, rangka dan mesin yang bagus sehingga awet asalkan dirawat dengan benar.
  8. Tidak terlalu khawatir dengan sparepart karena banyak substitusinya misalnya:
    – seal shock kompatibel dengan honda tiger.
    – kampas rem depan kompatibel dengan honda new mega pro.
    – komstir kompatibel dengan honda new mega pro.

Sedangkan duka dengan Honda CBR150R ini selama pemakaian 3 tahun adalah:

  1. Tarikan awal motor yang lemah karena tenaga mesin pada rpm rendah lumayan kecil sehingga untuk stop and go agak kedodoran. Hal ini bisa diatasi dengan mengganti gear belakang dari 43 mata ke 44 mata sehingga akselerasi lebih ringan dan enak dipakai stop and go dalam kota. Karena memiliki limiter tinggi sehingga top speed teoritis motor cuma berkurang dari 162 km/jam ke 159 km/jam yang secara kenyataan tidak akan tercapai karena secara riil motor sudah agak berat utk berlari di atas 147 km/jam dalam keadaan standar.
  2. Desain motor yang sport dan minimalist demi mengurangi bobot motor sehingga sulit untuk membawa barang-barang bahkan membawa jas hujan pun harus dimasukkan ke tas karena bagasi sangat kecil dan hanya muat untuk tool kit, mungkin bisa diatasi dengan tank bag untuk menambah daya muat barang-barang.
  3. Sangat cocok dengan oli motor yang encer yang cenderung harganya agak mahal meskipun sesuai dengan performa motor yang bagus.
  4. Menggunakan AHO sehingga lampu depan cepat rusak.
  5. Mungkin karena bobot motor yang berat sehingga bos roda belakang gotrinya cepat pecah dan seal shock depan bocor karena terlalu lama distandar samping. Sudah mengalami 2 kali ganti bos roda belakang dan seal shock depan karena terlalu lama distandar samping (hampir 2 minggu), solusinya kalau ditinggal cukup lama selalu gunakan paddock agar beban motor tidak ditahan oleh bos roda belakang sebelah kiri dan seal shock depan kiri tidak tertekuk banget sehingga mengalami tekanan tinggi terlalu lama.
  6. Pajak motor ini lumayan mahal mungkin karena status built up yaitu sekitar Rp 650.000/tahun sedangkan Honda CBR150R FI versi lokal sekitar Rp 450.000/tahun.

Beberapa spare part Honda CBR150R FI yang telah diganti selama pemakaian 3 tahun:

  1. Camshaft set ganti sekali, part ini sebetulnya termasuk slow moving part yang sangat jarang diganti tetapi karena mengalami cacat produksi sehingga mengakibatkan bunyi klotok-klotok dan diganti secara gratis oleh AHM dan suara mesin klotok-klotok pun lenyap.
  2. Seal shock depan sebelah kiri ganti 2 kali karena terlalu lama distandar samping.
  3. Bos roda belakang ganti 2 kali juga karena terlalu lama distandar samping.
  4. Komstir ganti sekali karena sering lewat jalan berlubang di jalan deandles.
  5. Oil Seal dan Mechanical Seal diganti sekali karena oli mesin keluar sangat deras lewat selang hawa motor.
  6. Kampas rem depan ganti sekali karena sudah aus.
  7. Lampu depan ganti 2 kali karena aus.
  8. Busi ganti 2 kali karena aus.
  9. Cop busi ganti sekali karena kesalahan saat penggantian busi sehingga sobek dan mbrebet karena kemasukan air radiator yang bocor sebelum radiator diganti.
  10. Filter udara ganti 2 kali karena sudah sangat kotor terakhir ganti dengan merk aftermarket Ferrox supaya bisa dibersihkan dan tidak perlu beli filter udara lagi.
  11. Handle kopling dan rem ganti 1 kali karena aus dan saat rpm tinggi bunyi ngikrik, diganti dengan handle kopling dan rem variasi warna emas sehingga dapat bonus tambah cakep.
  12. Kaca spion ganti sekali karena kesalahan pribadi saat memasang diberikan lem alteco sehingga malah tidak bisa dilepas.
  13. Roda depan dan belakang ganti sekali karena sudah aus.
  14. Radiator ganti sekali karena bocor karena kesalahan pribadi merapikan kisi-kisi dengan obeng yang malah melubangi radiator.
  15. Rantai motor ganti sekali karena kendor karena terlalu lama tidak diolesi oli rantai, diganti dengan rantai OEM Suzuki Satria Fu 150 dan sudah setahun lebih blm diganti mungkin karena lebih bagus dari rantai orinya atau karena rajin diolesi dengan oli gear matic dengan SAE 90 yang lebih kental sehingga lebih bisa melindungi rantainya atau karena sekarang sudah lebih jarang dipakai motornya.

Oli mesin yang sering digunakan:

  1. AHM SPX 1 SAE 10w-30
  2. Yamalube Super Sport SAE 10w-40
  3. Peramina Enduro Sport SAE 5w-30
  4. Motul 5100 SAE 10w-40

RESTO_BUKIT_SERIBU_BINTANG

Selama 3 tahun pemakaian telah menempuh jarak 42.825 km dan telah mengalami banyak petualangan menjelajahi pulau Jawa baik dalam rangka mengantarkan saya bekerja maupun touring untuk sekedar rekreasi.

Selain itu juga mengalami perjuangan dan kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh kesalahan dalam perawatan karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah akhirnya semua problem bisa tersolusikan dan mendapatkan ilmu yang baru sehingga motor tetap seperti baru, nyaman dipakai dan performanya tidak berkurang.

Sekian sharing tentang pengalaman 3 tahun bersama  Honda CBR150R FI CBU semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s