Arsip Bulanan: Februari 2018

Motor Harian Suzuki Shogun 125 RR

Ganti Ban Suzuki Shogun 125 RR

Ganti Ban Suzuki Shogun 125 RR

Setelah Suzuki Skywave 125 yang biasa saya gunakan terpaksa dipinjamkan ke saudara untuk antar jemput anak ke sekolah karena tidak ada motor. Alhamdulillaah, saya mendapatkan motor pengganti yaitu Suzuki Shogun 125 RR buatan tahun 2008 atau sering disebut Shogun Robot dengan rem cakram depan dan belakang.

Kenapa saya memilih motor bebek dan kopling otomatis, alasannya selain lagi bosen pake motor matic adalah supaya praktis dan juga hemat karena dipake harian. Dengan model yang kopling otomatis maka tangan kiri bisa lebih bebas dan santai tanpa harus megangi handle kopling atau rem belakang terus. Sedangkan kaki bisa gerak semua untuk memindah persneling dan rem. Dibawah jok ada bagasi yang cukup luas buat menyimpan jas hujan yg cukup besar atau botol air minuman atau toolkit juga bisa jadi lebih praktis dari motor sport.

Motor dengan gear manual kita bisa bebas memilih akselerasi lebih cepat dengan menurunkan posisi gear atau overdrive dengan meningkatkan gear agar mesin lebih santai dan bensin lebih hemat. Selain itu perawatan hariannya juga lebih simpel dan hemat, cukup mengganti oli mesin setiap 2.000 km sekali dan rutin mengolesi oli ke rantai agar rantai tidak kering. Karena menggunakan rem cakram depan dan belakang jadi mudah untuk melihat apakah kampas rem sudah mau habis atau belum. Berbeda dengan motor harian saya sebelumnya yaitu motor matic Skywave 125 otomatis perawatan selain penggantian oli mesin steiap 2.000 km sekali juga harus rutin mengganti oli gear, dan melakukan pengecekan cvt rutin dan munggkin penggantian belt cvt, roller, dan kampas ganda.

Saat ini motor Suzuki Shogun 125 RR masih dalam tahap restorasi karena kondisi saat pembelian ada beberapa kekurangan:

  1. Ada beberapa cover body yang pecah dan besi footstep depan sebelah kanan bengkok sepertinya motor pernah jatuh miring ke kanan.
  2. Mika speedometer sudah pecah-pecah.
  3. Kampas rem depan dan belakang sudah tipis.
  4. Ban sudah gundul dan membuat kendaraan tidak stabil.
  5. Baut as roda depan selek.
  6. Kabel pembuka jok putus sehingga jok tidak bisa dibuka lewat kunci kontak.

Beberapa hal yang sudah dikerjakan untuk restorasinya:

  1. Ban depan dan belakang sudah diganti dengan tubeles ukuran standarnya, ban belakang diganti michelin pilot street 80/90 sedangkan ban depan diganti michelin city grip 70/90.
  2. Baut as roda depan diganti baru.
  3. Kabel pembuka jok yang putus sudah diganti sehingga jok bisa dibuka normal lewat kunci kontak.
  4. Kampas rem depan dan belakang sudah diganti dengan kampas rem merk AHM.

Yang belum diganti tinggal cover body yang pecah karena harus inden dan footstep depan yang bengkok ke dalam karena belum sempat ke tukang las untuk membengkokkan kembali.

Motor saat ini sudah service ringan dan ganti oli menggunakan Shell AX7 10w-40 berikut filter oli dan air filternya. Mesin terasa masih sangat halus dan akselerasinya smooth, lampu-lampu dan indikator speedometer termasuk fuel meter masih akurat. Jok terasa sangat empuk tapi presisi jauh lebih nyaman dari jok Suzuki Skywave 125 dulu. Pengukuran konsumsi bensin pertalite dengan metode full to full rata-rata di 45 km/liter tidak begitu boros mengingat berat penunggang dan tas yang biasa dibawa total sekitar 95 kg. Shock breaker depan sangat presisi namun tetap nyaman dalam meredam getaran di jalan keriting sedangkan shock breaker belakang mentul-mentul sehingga berasa kenikmatan naik motor bebeknya.

Sekian dulu cerita tentang motor harian saya, semoga bermanfaat.

Iklan

Pengalaman Hampir Kena Begal Di Daerah Wates Kulonprogo Yogyakarta

Buk Begal

Salah satu tempat di daerah wates kulonprogo yang rawan pembegalan.

Sekedar sharing saja agar lebih berhati-hati ketika lewat khususnya di malam hari di Jl. Nagung-Brosot tepatnya di sekitar buk begal yang namanya sudah sangat deskriptif. Jalan ini mulai dari brosot ke arah barat hingga akhirnya sampai ke jl. wates-purworejo. Sebagian agak ramai dan dekat dengan pemukiman penduduk, tetapi di bagian tengah kanan-kiri jalan adalah bentangan sawah yang sangat luas dan jauh dari pemukiman warga.

Alkisah, kejadian ini terjadi saat malam idul fitri tahun 2015. Seperti biasa malam idul fitri saya menjemput istri dari kebumen untuk ke jogja merayakan idul fitri dengan keluarga besar di jogja. Karena istri masih masuk kerja sampai sore sehingga berangkat dari kebumen sudah lumayan larut jam 8 malam saat itu mengendarai Suzuki Skywave 125 yang masih sangat fit mesin dan cvtnya. Karena istri dalam keadaan mengandung anak pertama sudah lumayan besar sekitar 4 bulanan jadi saya mengendarai kendaraan dengan cukup lambat. Sampai di lampu merah di perempatan jl. wates – purworejo saya malah memilih jl. nagung-brosot karena saya fikir meskipun sudah jam 11 malam tetapi karena habis acara idul fitri pasti jalan masih ramai dan belum terlalu faham daerah itu. Perasaan mulai was-was ketika kok jalan sepi banget dan hampir tidak ada motor lewat.

Buk Begal

Buk Begal

Sesampainya di daerah sebelum buk begal dari tepi jalan dari balik pohon muncul orang berbaju dan celana panjang putih sambil membawa seperti tongkat kayu dan langsung menaiki motornya dan mengikuti motor kami. Saya mulai narik gas motor agak dalam, saya perhatikan 2 motor itu ngikutin terus sehingga saya tarik gas suzuki skywave sampai 80 km/jam lebih dengan membawa saya yg berat badan gajah dan istri saya yang lagi hamil sampai dia mukulin saya biar jangan ngebut-ngebut. Setelah hampir sampai perempatan dekat pemukiman kedua orang itu sudah tidak mengikuti lagi.

Sesampainya di rumah bantul sekitar jam 12 malam saya pun memberitahukan ke istri kalau tadi itu diikuti begal dan dia pun jadi ikut merasa takut. Puji syukur ke hadirat Allah SWT kami masih diberikan keselamatan dan anak kami sekarang Vania sudah berumur 2 tahun lebih.

Setelah mencari informasi ternyata memang di jalan itu ada jembatan atau biasa disebut buk yang namanya buk begal. Dan memang sering terjadi pembegalan di situ. Sehingga bagi teman-teman yang mau lewat daerah itu di malam hari sebaiknya memilih Jl. Deandles atau lewat Jl. kota Kulonprogo saja.

Sekian informasi ini semoga bermanfaat.