Arsip Kategori: BBM

Bahaya Menggunakan Oli Diluar Spesifikasi Dari Pabrikan Motor

mengisi-oli-mobil

Akhir-akhir ini marak oli HDEO (Heavy Duty Engine Oil) dan juga PCMO (Passenger Car Motor Oil) digunakan untuk sepeda motor baik kopling manual maupun matic. Dan hal ini tentu saja melanggar petunjuk perawatan sepeda motor terkait karena menggunakan oli mesin yang di luar spesifikasi yang dianjurkan dan secara otomatis menggugurkan garansi mesin.

Pada buku petunjuk penggunaan sepeda motor baik kopling manual maupun matic memberikan petunjuk tentang viskositas atau kekentalan oli yang dianjurkan berdasarkan tingkat SAE, kemudian tingkat spesifikasi API service minimal dan sertifikasi JASO yang dibutuhkan (JASO MA untuk kopling basah dan JASO MB untuk kopling kering). Dengan spesifikasi yang sudah gamblang diharapkan pengguna tidak akan kesulitan dalam menemukan oli mesin yang sesuai untuk sepeda motornya.

Contohnya misal Honda CB150R direkomendasikan menggunakan oli API SJ, JASO MA dan tingkat viskositas SAE 10W30 sampai dengan 10W40. Berarti Honda CB150R boleh menggunakan oli dengan sertifikasi API SJ keatas yaitu API SJ/SL/SM dan SN karena API servis yang baru kompatibel dengan API servis yang lebih lama (dengan catatan mesin kondisi standar). Selain itu adalah oli untuk Honda CB150R harus mempunyai sertifkasi JASO MA. Viskositas oli yang dianjurkan untuk Honda CB150R termasuk 10W30, 5W30, 0W30, 10W40, 5W40 atau 0W40. Angka di belakang huruf W pada tingkat SAE menunjukkan tingkat keenceran pada suhu 100° C yang direkomendasikan pada Honda CB150R adalah grade 30 dan 40 menurut SAE J300. Sedangkan angka di depan huruf W menunjukkan tingkat viskositas pada suhu dingin sehingga semakin kecil semakin mudah distarter pada suhu dingin. Karena JASO MA mensyaratkan tingkat viskositas HTHS (High Temperature High Shear) min 2,9 mPA.s sehingga semakin kecil tingkat viskositas W mengharuskan viscosity index yang semakin tinggi sehingga biasanya memiliki base oil yang lebih baik.

Oleh API (American Petroleum Institute) base oil dikelompokkan menjadi:

  1. Group I : biasa disebut mineral based. Base oil ini harganya paling murah karena proses pengolahannya paling sederhana. Memiliki kandungan sulfur > 0,03 %, molekul hidrokarbon jenuh < 90% dan indeks viskositas 80 s.d 120.
  2. Group II : base oil ini diolah dengan hydrocracking sehingga hasil yang didapatkan hasil yang lebih murni dari Group I. Memiliki kandungan sulfur < 0,03 %, molekul hidrokarbon jenuh > 90 % dan indeks viskositas 80 s.d 120. Karena seluru kandungan molekul hidrokarbon jenuh sehingga memiliki sifat antioksidasi yang lebih baik.
  3. Group III : base oil ini karakteristiknya mirip dengan Group II tetapi memiliki indeks viskositas yang lebih tinggi yaitu > 120. Semakin tinggi indeks viskositas maka ketebalan lapisan oli semakin bertahan seiring berubahnya tingkat panas mesin. Base oil group III diperoleh dengan proses hydrocracking lebih lanjut dari base oil Group II.
  4. Group IV : base oil dari PAO (Polyalpha olevin).
  5. Group V : adalah base oil yang tidak termasuk di group I s.d IV, salah satunya adalah  polyolester.

Oli dengan base oil group III dan IV biasa dipasarkan sebagai fully synthesis. Sedangkan oli semi synthesis terdiri dari campuran antara base oil group I dan II dan sebagian base oil group III dan IV. Sedangkan oli mineral menggunakan base oil group I dan II. Oli mesin yang paling bagus adalah yang full synthesis disusul semi synthesis dan terakhir oli mineral based. Semakin bagus base oil maka oli akan semakin stabil terhadap oksidasi sehingga tidak mudah menguap dan masa pakai lebih lama.

Sertifikasi tingkat API service dikeluarkan American Petroleum Institute dan digolongkan ke dalam API Sx untuk mesin pemetik api dengan busi (mesin bensin) dan API Cx untuk pemetik api dengan kompresi (mesin diesel). Untuk mesin bensin tingkat API servis dari yang paling lama ke yang paling baru API SF, API SG, API SJ, API SL, API SM dan API SN. Sedangkan untuk mesin diesel tingkat API servis API CH-4, API CI-4, API CI-4+, API-CJ. Semakin baru tingkat API servis akan kompatibel dengan tingkat API servis sebelumnya untuk kendaraan standar. Pada setiap tingkatan API servis SJ sampai SM tingkat kandungan phospor yang biasanya terdapat dalam oli mesin sebagai ZDDP (Zing dithiophospate) semakin dikurangi, hal ini karena sifat racunnya dan bisa merusakan katalis konverter pada mesin jenis baru. Ironisnya ZDDP sangat penting  untuk perlindungan camshaft jenis flat (sliding/cleave) tappets termasuk di sini camshaft yang tidak menggunakan roller rocker arm seperti camshaft pada Honda CBR150R. Kurang dari setahun sejak dikeluarkannya API SM yang mengurangi tingkat phospor maksimal sebelumnya API SJ maksimum 1200 ppm dan API SL maksimum 1000 ppm  dan API SM 800 ppm saja sehingga terjadi banyak kasus kerusakan prematur pada camshaft jenis flat (sliding/cleave) tappets pada saat inreyen yang kemungkinan disebabkan karena tingkat kandungan ZDDP pada oli yang kurang. Oleh karena itu munculah oli mesin khusus yang ditujukan untuk keperluan tertentu dengan kandungan phospor dan zinc di atas kadar yang diperbolehkan oleh API, misalnya oli racing untuk kendaraan yang sudah disetting untuk racing contohnya Motul 300V. Sedangkan mesin yang standar dari pabrikan masih aman menggunakan spesifikasi API servis SM dan API servis SN.

Sedangkan sertifikasi JASO dikeluarkan oleh Japanese Automotif Society. Untuk mesin 4 tak JASO menggunakan standar JASO MA, MA1, MA2 untuk kopling basah dan JASO MB untuk kopling kering. Sedangkan untuk mesin 2 tak menggunakan standar JASO FA, FB, FC dan FD. Standar JASO MA digunakan untuk memenuhi kebutuhan penggolongan oli mesin untuk kopling basah (wet clutch) yang tidak masuk dalam penggolongan API servis karena sejak API servis SJ dukungan untuk kopling basah tidak diwajibkan. Salah satu pengujian standar JASO MA adalah pengujian tingkat friksi yang menentukan kecocokan untuk digunakan pada kopling basah.

Pada oli HDEO dan PCMO sangat jarang mencantumkan spesifikasi JASO MA atau MA2 maupun MB karena tidak ditujukan untuk pemakaian oli motor yang biasanya memakai kopling basah. Biasanya yang ditampilkan adalah spesifikasi tingkat API servis, standar ILSAC, ACEA dan beberapa standar pabrikan mobil yang didukung oleh oli mesin itu misal standar MB (mercedez benz) atau BMW.

Sertifikasi ILSAC dikeluarkan oleh The International Lubricant Standardization and Approval Committee. Dimulai dengan standar ILSAC GF-4 yang berlaku untuk oli encer dengan tingkat viskositas SAE xW20 dan xW30 menambahkan pengujian tingkat keiritan bahan bakar sehingga membutuhkan oli yang encer dan licin agar mesin bekerja lebih ringan dan lebih hemat bahan bakar dan untuk mesin kopling basah termasuk motor akan menyebabkan slip kopling.

Para pemakai oli HDEO dan PCMO pada motor kopling basah mensiasati tidak adanya sertifikasi JASO MA dengan menghindari oli dengan serifikasi ILSAC GF-4 dan GF-5 maupun API SM/EC (Energy Conserving) dan API SN/RC (Resource Conversving) karena sudah dipastikan terlalu licin dan menyebabkan slip kopling. Selain itu juga memilih tingkat viskositas yang agak kental yaitu SAE xW40 atau yang lebih kental meskipun ada beberapa yang berani menggunakan oli SAE xW30 pada motor kopling basah.

Dengan memilih oli mesin HDEO dan PCMO dengan tingkat API servis yang sesuai untuk motor dan mempertimbangkan hal-hal di atas apakah sudah aman untuk kopling basah? Jawabannya adalah BELUM!. Karena belum diuji tingkat friksi pada kopling yang sesuai untuk motor kopling basah dan hal ini sangat vital. Jika tingkat friksi pada kopling terlalu kecil (licin) akan membuat kopling slip. Indikasi terjadi slip kopling adalah pada saat tuas kopling tidak ditarik dan jarum rpm berputar ke kanan (meningkat) tapi motor tidak bertambah cepat. Slip kopling bisa membuat  kopling hangus dan rontokannya menyumbat filter oli sehingga oli tidak bisa naik dan melumasi cylinder head sehingga bisa menyebabkan keausan pada camshaft sehingga timing mesin kacau dan menghancurkan katup, piston dan stang piston yang tentu saja tidak murah untuk diperbaiki. Bagaimana kalo tingkat koefisien friksi pada kopling cukup bagus mungkin mendekati standar JASO MA atau bahkan memenuhi standar JASO MA? Tentu saja mesin bisa berjalan dengan normal dan bahkan ada banyak anggota komunitas pemakai HDEO dan PCMO pada motor  yang cukup beruntung yang telah bertahun-tahun menggunakan oli HDEO dan PCMO di motornya dan aman-aman saja.

Untuk meminimalkan resiko komunitas pemakai HDEO dan PCMO berbagi jenis oli mesin HDEO dan PCMO apa saja yang menurut analisa property kimiawinya aman dan yang sudah dipakai dan tidak mengalami slip kopling dan dibuat daftarnya. Meskipun pengujian yang dilakukan dan belum teruji dalam jangka waktu yang lama tetapi lumayan bisa mengurangi resiko.

Berikut ini adalah salah satu contoh list daftar oli PCMO hasil dari analisis oleh Mbak Dian Susanti  yang dikirimkan oleh Mas Suryo Sigit Purnomo Jr pada group facebook HDEO/PCMO on Motorcycle.

List 1:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_1

List 2:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_2

List 3:
daftar_oli_sesat_kopling_basah_3

Kemudian bagaimana kalo menggunakan oli HDEO dan PCMO pada motor kopling kering misalnya skutik. Karena tidak menggunakan kopling basah sehingga spesifikasi JASO MA tidak diwajibkan sehingga selama tingkat viskositas SAE masuk dalam rekomendasi buku manual dan tingkat API servis sesuai juga sebenarnya relatif aman.

Kemudian mengapa para anggota komunitas pemakai HDEO dan PCMO mau bergambling dan rela menjadi alat testing oli mesin berjalan untuk mencoba oli HDEO dan PCMO pada motor mereka yang bagi sebagian orang tidak murah. Pertama karena menurut mereka bahwa oli HDEO memiliki tingkat TBN  (Total Base Number) yang tinggi mengindikasikan kadar aditif yang bertanggung jawab dalam menetralkan asam dan menyebarkan jelaga sehingga masa pakai oli yang lebih panjang. Dengan menggunakan oli dengan masa pakai yang panjang akan mengurangi limbah oli dan lebih ramah terhadap lingkungan. Selain itu pada kisaran harga yang sama HDEO dan PCMO memiliki tingkat standar API yang lebih baik dibandingkan dengan MCO (motorcylcle oil).

Sedangkan keuntungan menggunakan MCO (motorcycle oil) pada motor dibandingkan HDEO dan PCMO adalah keamanan dan garansi yang terjamin karena sudah teruji dan memiliki sertifikasi yang disarankan oleh pabrikan motor. Selain itu biasanya pada kisaran harga yang sama tingkat viskositas oli MCO lebih encer dibandingkan dengan oli HDEO dan PCMO misalnya xW40, xW30 sehingga kinerja mesin lebih ringan dan tenaga yang tersalurkan ke roda semakin besar sehingga performa kendaraan meningkat dan bensin lebih hemat. Selain itu produk oli MCO juga sangat lengkap untuk segala jenis kebutuhan Anda, dari mulai oli mineral based, semi sinthesis sampai fully sinthesis dan dari tingkat SAE yang encer xw30, xW40 sampai dengan yang kental xW50 semua tersedia dan sangat banyak macamnya dan dari harga yang murah sampai yang mahal.

Jadi motor Anda akan menggunakan oli MCO (motorcycle oil) atau HDEO atau PCMO semua terserah Anda. Tetapi penggunaan oli di luar rekomendasi pabrikan garansi akan hangus dan resiko ditanggung oleh Anda sendiri. Saya merekomendasikan agar tetap menggunakan oli MCO pada motor Anda.

Sekian artikel ini, semoga bermanfaat dan mudah difahami karena mencari istilah yang mudah difahami agak sulit. Jikalau ada kesalahan harap maklum karena masih belajar dan mohon koreksinya.

Iklan

Perbedaan Biaya Perawatan Sepeda Motor Supra X 125, CB150R dan CBR150R

20140824_172348Sebagai salah seorang rider yang dulunya menggunakan Supra X 125 R selama lebih dari 4 tahun kemudian upgrade ke CB150R dan terakhir ke CBR150R dan kesemuanya digunakan untuk motor sehari-hari ternyata ada perbedaan dalam hal biaya perawatan dan pemakaian sepeda motor ini.

Di dalam analisa perhitungan perbandingan biaya perawatan dan pemakaian antar beberapa produk motor ini diasumsikan dengan KM yang ditempuh per bulan 2.500 km.

Tabel Perbandingan konsumsi BBM sepeda motor:
Total KM dalam sebulan: 2500
Supra X 125 R CB150R CBR150R
Konsumsi BBM: 50 37 40
Harga BBM: Rp             8.500 Rp             8.500 Rp           10.600
Interval Oli: 2000 1500 1500
Harga Oli: Rp           27.500 Rp           48.000 Rp           48.000
Interval Servis: 2000 4000 4000
Harga Servis: Rp           31.000 Rp           65.000 Rp           90.000
Pajak Kendaraan: Rp           20.833 Rp           33.000 Rp           54.583
Biaya Oli: Rp           34.375 Rp           80.000 Rp           80.000
Biaya BBM: Rp         425.000 Rp         574.324 Rp         662.500
Biaya Servis: Rp           38.750 Rp           40.625 Rp           56.250
Total Biaya: Rp         518.958 Rp         727.949 Rp         853.333
Selisih bensin dlm sebulan: Rp         149.324 Rp         237.500
Selisih bensin dlm 2 tahun: Rp     3.583.776 Rp     5.700.000
Selisih biaya dlm sebulan: Rp         208.991 Rp         334.375
Selisih biaya dlm 2 tahun: Rp     5.015.784 Rp     8.025.000

Khusus untuk Honda CBR150R menggunakan harga bbm Pertamax terakhir sedangkan Honda CB150R dan Honda Supra X 125 R menggunakan harga bbm Premium bersubsidi karena memang motor ini dirancang khusus untuk Pertamax dan ketika meminum bensin jenis RON 88 mesin akan menjadi kasar. Untuk oli Supra X 125 R memilih oli Federal Ultratec 20w50 yang direkomendasikan pabrikan, sedangkan untuk CB150R dan CBR150R menggunakan oli Enduro 4T Racing yang harganya sedang.

oli_motor

Dari sini terlihat bahwa perbedaan biaya perawatan antara Honda SupraX 125 R  dan Honda CB150R hanya berbeda Rp 208.991 dan itupun sebagian besarnya dari selisih biaya bensin karena memang SupraX 125 R lebih irit sedangkan sisanya Rp 62.792 dari pajak dan ganti oli. Sedangkan untuk Honda CBR150R perbedaan agak mencolok sebesar Rp 334.375 yang sebagian besar juga dari selisih biaya bensin yaitu Rp 237.500 dan sisanya dari biaya pajak dan ganti oli sebesar Rp 96.875.

Semua perhitungan tadi sebenarnya masih belum ditambah pergantian barang-barang fast moving maupun slow moving part yang selisih harganya lumayan besar juga. Sehingga ketika Anda ingin mengupgrade tunggangan dari SupraX 125 R ke CBR150R harus memiliki persiapan perubahan biaya perawatan dan pemakaian juga.

Sekian sharing ini semoga bermanfaat.

Mensiasati Dampak Kenaikan BBM Agar Kita Tetap Survive

bensin-murniPer Tanggal 18 Nopember 2014 ini pemerintahan Republik Indonesia di bawah pimpinan Bapak Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan kenaikan harga bensin premium RON 88 bersubsidi dari Rp 6.500 per liter menjadi Rp 8.500 per liter dan harga solar bersubsidi dari Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.500 per liter, semua naik Rp 2.000.

Selain pihak yang pro akan kenaikan harga bensin ini ada juga beberapa kalangan yang kontra. Yang pro beralasan karena subsidi itu membikin negara tidak sehat dan membuat anggaran keuangan negara defisit selain itu yang menikmati subsidi juga malah para pemakai mobil yang merupakan orang-orang mampu. Sedangkan dari pihak yang kontra menentang karena akan menyengsarakan masyarakat kecil dan harga minyak dunia sekarang lagi turun. Tetapi kenaikan harga bensin premium dan solar telah disahkan dan telah berlaku jadi sebagai warga negara yang baik kita harus menaati peraturan dari pemerintah kita.

Sebagai seorang biker tentu baik langsung maupun tidak langsung pasti akan terimbas akibat kenaikan harga tersebut. Meskipun kita menggunakan BBM non subsidi seperti pertamax atau pertamax plus ataupun produk Total dan Shell tetapi kita tetap akan terkena imbas dari kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Untuk itulah kita perlu untuk menyiasati agar kenaikan BBM ini seminimal mungkin berimbas kepada kehidupan kita sehari-hari yang intinya adalah menghemat penggunaan BBM.

Beberapa langkah yang kita bisa lakukan untuk menghemat penggunaan BBM adalah sebagai berikut:

  1. Budayakan mengurut gas sepeda motor dan jangan langsung membuka gas penuh saat berakselerasi karena akan membuat bensin yang dimasukkan ke ruang bakar terbuang sia-sia.
  2. Gunakan oli motor yang encer dengan spesifikasi 5w30, 10w30 karena jenis oli motor yang encer akan membuat kinerja mesin lebih ringan, akselerasi lebih cepat, lebih hemat bensin dengan kekurangan akan membuat mesin motor menjadi lebih berisik dan mesin cenderung lebih panas dan mudah menguap jadi oli tidak tahan lama.
  3. Ketika Anda berada di lampu merah yang mengharuskan menunggu lebih dari 1 menit ada baiknya Anda mematikan mesin kendaraan Anda dan baru menyalakan 10 detik sebelum lampu hijau.
  4. Kurangi kebiasaan membleyer2 yang tidak perlu karea membakar bensin lebih banyak.
  5. Tanyakan ke bengkel resmi atau bengkel langganan apakah mesin motor Anda bisa disetting agar lebih irit kalo bisa lakukan setting irit, tapi motor yang disetting irit biasanya kurang nyaman.
  6. Ketika Anda mau membeli kendaraan bermotor baru pastikan Anda memilih kendaraan yang irit dengan ciri-ciri antara lain mesin sudah injeksi karena mesin injeksi biasanya lebih irit, kemudian menggunakan mesin jenis over stroke atau over square yang terbukti lebih irit dari mesin over bore.
  7. Hindari kebiasaan main atau membolang dengan sepeda motor jika tidak benar-benar diperlukan dan rencanakanlah tujuan Anda ketika berangkat dari rumah sehingga Anda bisa sampe ke tempat tujuan lebih singkat.

Sekian sharing saya tentang cara mensiasati kenaikan harga BBM, kalo ada yang kurang toloh ditambahin kalo ada yang salah tolong dikoreksi. Semoga bermanfaat.

Suzuki Meluncurkan Skutik Nex Address 2014 dengan harga Rp 13,89 juta

nex-address-2Suzuki salah satu pabrikan yang dahulu pernah menempati posisi ke 2 pangsa pasar sepeda motor khususnya di Indonesia, tetapi sekarang terpuruk dengan pangsa pasar yang jauh lebih kecil dari Honda dan Yamaha. Meskipun demikian tetapi tanda-tanda kemauan untuk bangkit Suzuki mulai terlihat. Terakhir Suzuki meluncurkan produk skutik terbaru mereka yaitu skutik Nex Address 2014 yang dibandrol dengan harga Rp 13,89 juta.

Dibandrol dengan harga yang cukup murah Suzuki Nex Address dibekali dengan mesin injeksi 110 cc berpendingan udara. Kapasitas oli mesin pada penggantian periodik adalah 0,8 liter. Bentuk Nex Address lebih besar dari Nex FI yang lama dan dilengkapi dengan tangki bensin besar 5,2 liter dan bagasi besar 19 liter yang memanjakan rider yang suka touring dengan membawa perbekalan dan peralatan yang banyak dan juga sangat cocok buat harian karena mudah untuk membawa barang-barang. Berdasarkan pengujian internal diperoleh konsumsi BBM 53 km/liter dengan metode ECER, sangat irit dengan tangki bensin yang besar bisa menjelajah lebih jauh tiap kali mengisi bensin full tank.

nex-address-jerman

Suzuki Nex Address merupakan produk global yang selain dipasarkan di Indonesia juga akan dipasarkan ke 20 negara eropa salah satunya German negaranya Sebastian Sweinsteiger.

Jadi bagi Anda yang lagi mencari opsi skutik yang irit dan tidak terlalu mempermasalahkan harga purna jual dan budget 14 jutaan maka Suzuki Nex Address masuk dalam list pilihan Anda.

Kalau saya sendiri sebenarnya lagi nyari skutik juga tapi kalo bisa second kalo merk Suzuki soalnya value banget secondnya dan perawatan mesin 4 tak injeksi asal rajin ganti oli jangan sampe terlambat dan ganti kampas rem aja seharusnya aman.

Selamat pagi dan selamat bekerja.

Merawat Honda CBR150R Dengan Hemat

20140824_172348Judul artikel ini mungkin bagi sebagian orang terasa menurunkan gengsi Honda CBR150R yang lekat dengan image motor mahal, perawatannya mahal, tapi sebenarnya artikel ini hanya memberikan wawasan bahwa merawat Honda CBR150R tidak perlu harus selalu mahal terutama kalau tidak terjadi kerusakan yang serius sehingga memberikan solusi pada saat entah karena musibah apa menjadi terasa berat untuk merawat Honda CBR150R dengan part-part dan oli yang kelas premium. Dan juga bagi orang seperti saya yang masih menjadi mahasiswa dan bukan orang kaya raya sehingga sebagai kendaraan harian maka Honda CBR150R harus sehemat mungkin dalam hal perawatan.

premium-pertamax-plusHal yang paling utama adalah bahan bakar atau bensin untuk motor Honda CBR150R baik FI maupun old. Menurut buku manual menggunakan minimal RON 92 atau setara Pertamax, Shell Super dan sejenisnya. Tidak disarankan menggunakan bensin Premium bersubsidi dan kalau terpaksa menggunakan bensin Premium bersubsidi disarankan untuk mengoplos dengan Pertamax Plus dengan perbandingan 1:1 agar didapat bahan bakar dengan RON 92. Harga bensin Pertamax per September 2014 ini fluktuatif di sekitar Rp 11.500, sedangkan Pertamax Plus di sekitar Rp 13.000 dan Premium bersubsidi Rp 6.500. Sehingga untuk 8 liter Pertamax harga totalnya 8 x Rp 11.500 atau Rp 92.000, sedangkan harga bbm oplosan Premium+Pertamax Plus 4 x Rp 6.500 + 4 x Rp 13.000 = Rp 78.000, lebih hemat Rp 14.000.

enduro_4t_racingHal kedua yang sangat menentukan keawetan motor 4 tak adalah oli. Selalu gunakan oli yang sesuai anjuran di buku manual motor Anda. Dalam hal motor CBR150R adalah syarat oli menurut buku manualnya adalah memiliki sertifikasi JASO MA/MA2 dan API SJ/SL/SM/SN dan spek API yang lebih tinggi dilihat dari alfabet dibelakang angka S harus di atas huruf J. Kemudian kekentalan oli antara 10W-30 s.d 15W-40. Spek JASO MA/MA2 menunjukkan kalau oli itu dirancang untuk mesin jenis kopling basah. Jangan menggunakan oli yang terlalu kental karena akan sulit melumasi bagian-bagian mesin yang rapat pada mesin Anda. Untuk pilihan oli yang ekonomis antara lain adalah: AHM SPX1 10W-30 (rekomendasi pabrikan) harga Rp 52.000 sekalian ganti di Ahass daerah Jogja, Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40 harga Rp 48.000, atau Shell AX7 10w40 harga Rp 60.000. AHM SPX1 dengan spek API SJ dan JASO MA dengan kekentalan 10W-30 menurut pengalaman saya sangat cocok untuk motor CBR150R dan performa mesin juga sangat bagus. Sedangkan Pertamina Enduro 4T Racing pernah menjadi oli favorit pada polling di salah satu thread di http://www.kaskus.co.id dan memberikan kepuasan pada hampir semua pemakainya. Untuk Shell AX7 10w40 sendiri menurut pengalaman merupakan salah satu oli yang berimbang antara performa dan juga menjaga mesin tetap halus. Selain itu jangan sampai telat mengganti oli karena kalau sampai telat maka biaya perbaikan mesin motor Anda akan menjadi sangat mahal. Rekomendasi berdasarkan pengalaman saya untuk penggantian oli adalah pada kisaran 1.300 km sampai 1.700 km. Yang penting diingat adalah jangan sampai terlambat dalam mengganti oli, karena fungsi daripada oli sangat vital dan kalau terlambat dalam penggantian akan mengakibatkan kerusakan di dalam mesin yang tentu akan sangat mahal biaya perbaikannya.

Berdasarkan wadah oli biasanya masa ganti oli maksimal hingga 4.000 atau 8.000 km, tetapi karena pemakaian oli di mesin cbr150r dengan rpm yang tinggi dan di perjalanan sering berhenti di kemacetan dan lampu merah juga jadi untuk lebih amannya maksimal setengahnya saja per 2.000 km. Pada masa pakainya  oli mengalami kerusakan dan kemampuan untuk melumasi mesin berkurang dan juga mengalami penguapan sehingga volum oli berkurang, hal ini bisa dirasakan dengan perpindahan gigi yang mulai keras dan kadang sulit dinetralkan pada saat mesin menyala, perseneling ketika diinjak tidak kembali secara otomatis, tarikan menjadi berat, hingga terjadinya selip kopling.

servis_ahass

Bagi pemilik motor Honda CBR150R yang belum berusia 3 tahun yang berarti pula masa garansi masih ada maka dianjurkan agar garansi tidak hilang setiap 4.000 km melakukan servis ke Ahass yang menangani servis Honda CBR150R dengan membawa buku servis. Biaya servis rutin CBR150R adalah sekitar Rp 100.000. Perlu diketahui bahwa pada saat melakukan servis rutin Anda tidak diharuskan untuk mengganti oli jika sekiranya oli Anda masih belum masa penggantian, tinggal bilang aja ke mekaniknya, “Olinya jangan diganti karena baru saja diganti.”.

kampasremcakramdepanhondaR-600x600Hal lainnya yang paling sering dilakukan untuk merawat motor adalah penggantian fast moving part semisal kampas rem. Kampas rem original untuk Honda CBR150R termasuk mahal, bahkan kampas rem depan sampai Rp 190.000. Cara lain agar lebih hemat adalah mengganti dengan kampas rem sejenis yang kompatibel semisal kampas rem Honda New Mega Pro yang dari beberapa sumber plug and play dengan harga Rp 40.000 saja, sebaiknya pilih suku cadang asli honda jangan make yang kw karena takutnya pingin lebih hemat tapi malah merusak part yang lain karena materialnya kurang bagus, untuk review kampas rem depan New Mega Pro pada Honda CBR150R FI bisa dibaca di blognya mas kojack.net di sini. Selain itu untuk kampas kopling berdasarkan info dari mas muhsin di blognya bonsaibiker.com bisa menggunakan kampas kopling Honda Tiger 2000 atau Honda CS1 dengan harga setengahnya saja, sumber di sini.

pajak_honda_cbr150r_fiKemudian yang tidak boleh terlupakan adalah membayar pajak kendaraan bermotor dan SIM Anda di kepolisian agar Anda bisa berkendara di lingkungan daerah NKRI dengan legal. Salah satu contoh pajak motor Honda CBR150R tahun 2014 adalah Rp 655.800 per tahunnya. Jangan sampai lupa membayar pajak karena kalau lupa maka Anda akan rawan kena razia polisi yang tentu saja akan menghabiskan banyak uang.

Mungkin itu saja sharing saya tentang cara hemat dalam merawat Honda CBR150R, semoga bermanfaat.

Berbagi Pengalaman Honda CBR150R FI CBU Minum Bensin Premium

orang-ngisi-bensin

Kisah ini berawal pada saat saya harus pergi ke tempat salah seorang paman saya yang bertempat tinggal di daerah Temanggung, Jawa Tengah untuk mengabarkan suatu kabar gembira. Kebetulan hari itu hari Minggu yang cukup cerah berangkat dari jogja jam 10 pagi sehingga perjalanan terasa begitu nikmat dan menghibur. Sampai di tengah perjalanan kebetulan BBM tinggal 3 kotak sehingga berhenti di sebuah SPBU yang cukup besar di pinggir Jl. Magelang, tetapi kebetulan Pertamax baru habis. Kemudian antara ragu dan takut mengisi premium di motor saya CBR150R FI  CBU saya memilih tidak mengisi bensin saja dan alhamdulillaah masih bisa pulang pergi Bantul-Temanggung dan tidak kehabisan bensin.

20140831_121159

Sesampainya di rumah saya berinisiatif untuk mencoba mengisi bensin premium ke motor saya yang oleh pabrikan sudah dinyatakan ready bensin premium. Hal ini menurut saya penting karena saya sering harus melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang sulit mendapatkan BBM jenis pertamax. Kebetulan tanki bensin sisa satu kotak dan saya tidak suka tanggung-tanggung dan selalu mengisi full tank. Setelah tangki penuh, bayar bensin premium agak kaget, biasanya full tank lebih dari 120 ribu kok hanya 60 ribu rupiah aja. Kemudian nyalakan starter kaget lagi, oh ternyata mesinnya menyala.

Berikutnya dicoba untuk mulai berkendara beberapa kilo meter. Hal pertama yang terdeteksi adalah mesin suaranya mulai sedikit lebih keras, kemudian terdengar suara seperti mendengung dari blok mesin. Aku sudah mulai curiga jangan-jangan bensin di ruang  bakar terbakar sebelum timmingnya sehingga mesin kehilangan kompresi. Sempat coba digeber suaranya kok ga halus dan pecah gitu kemudian aku turunin gas cepet dan tiba-tiba mesin mati kemungkinan karena loss kompresi. Hati mulai cemas dan dalam hati berfikir, wah gara-gara make bensin premium motor saya jadi kacau, sudah mesin klotok-klotok klaim camshaft ga datang-datang, mesin jadi keras dan tidak bertenaga, lalu aku beristighfar memohon ampunan kepada Tuhan atas semua kesalahanku.

Kemudian aku berfikir untuk mencegah knocking maka nilai oktan bensin di tangki harus ditambahi dengan bensin pertamax kemudian aku langsung ke pom bensin dan ditambahi penuh dengan pertamax karena tidak ada pertamax plus lumayan nambah 3 liter. Lumayan suara mesin mendengung sedikit berkurang dan aku menjaga agar tidak menggunakan RPM tinggi agar tidak terjadi knocking. Hingga akhirnya pas bensin tinggal satu kotak langsung aku isi full tangki dengan pertamax. Setelah berkendara beberapa menit mesin kembali normal, tidak ada suara mendengung meskipun digeber sampai red-line. Alhamdulillaah motorku sudah normal kembali meskipun masih klotok-klotok kalo lagi idle tapi tetap bersyukur.

Begitulah sharing saya tentang pengalaman mengisi bensin premium di motor Honda CBR150R FI CBU milik saya. Semoga bermanfaat.

Antrian Pembeli Bensin Mengular

20140825_171853Gambar 1. Pom bensin Niten di pinggir jalan Bantul antrian padat

Sudah beberapa hari ini di hampir semua pom bensin di kota Yogyakarta terlihat antrian yang cukup panjang. Bahkan ada di beberapa tempat yang sampai berjubel seperti orang demo. Hal ini tentunya merepotkan sebagian masyarakat yang setiap harinya berangkat dan pulang kerja menggunakan kendaraan pribadi dengan bahan bakar bensin, termasuk saya sendiri yang harus berangkat bekerja, kuliah dengan sepeda motor.

Dari hasil pembicaran serius dengan teman sewaktu SMP yang sekarang bekerja di BPK, hal ini diakibatkan karena jumlah subsidi BBM pada APBN Perubahan 2014 ini dikurangi dari 45 juta barel menjadi 42 juta barel sehingga Pertamina harus membatasi quota supplai bensin bersubsidi daripada jual rugi karena di satu sisi pemerintah selalu menuntut peningkatan dividen. Pengurangan subsidi BBM ini adalah langkah pahit yang diambil pemerintah karena memang APBN negara kita sangatlah berat. Hal yang masih disyukuri adalah supplai BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus tetap aman.

20140824_172348Gambar 2. My CBR150R FI

Saya sendiri seorang rider CBR150R FI yang selalu menggunakan Pertamax jika stok tidak kosong sehingga tidak terkena dampaknya secara langsung. Akan tetapi bensin sebagai sarana pengangkutan berbagai macam komoditi maka dikhawatirkan dengan naiknya harga bensin akan menaikkan biaya produksi dan harga pokok berbagai macam komoditi itu sehingga akhirnya harga-harga kebutuhan sehari-hari ikutan naik. Semoga pembatasan kuota besin ini segera berakhir sebelum harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut-ikutan naik juga.

Sedangkan dampak lain yang positif adalah mulai terlihatnya minat masyarkat pada BBM non subsidi seperti Pertamax. Hal ini tampak dengan mulai ramainya jalur pengisian BBM pertamax di pom bensin yang biasanya sepi tanpa peminat sama sekali. Padahal dahulunya para pengguna mobil-mobil mahal pun lebih memilih antri di jalur pengisian bensin premium bersubsidi.