Arsip Kategori: Honda

Suka Dan Duka 3 Tahun (42.825 km) Bersama Honda CBR150R built-up

CBR150R_3_TAHUN

Diantara godaan dan serbuan dari beraneka model motor sport baru baik yang 150 cc maupun yang 250 cc tetapi sampai saat ini masih tetap bertahan dengan Honda CBR 150R FI. Alasan utamanya mungkin karena motor ini setelah menempuh 42.825 km dan dipakai selama 3 tahun masih tetap yang paling nyaman dan asyik untuk dipakai harian dan konsumsi bensinnya termasuk sangat irit biasa 40-45 km/liter pertamax untuk harian.

Banyak motor sport berfairing model baru dengan kubikasi 150 cc tetapi belum ada yang sreg dengan hati, entah itu yang bentuk body terlalu kecil utk ukuran saya maupun yang posisi ridingnya terlalu racy jadi khawatir pegal kalau lagi mau perjalanan jauh. Ditambah dengan perbedaan power mesin yang tidak terlalu signifikan membuat opsi untuk upgrade menjadi tidak ada.

Kemudian godaan motor sport berfairing 250 cc juga banyak tetapi juga belum ada yang sreg, ada yang karena model stang under yoke yg terlalu nunduk, ada juga yang jok boncengan yang kecil dan pendek sehingga menyulitkan saat mau berboncengan dengan istri tercinta. Selain itu konsumsi bensin yang berkisar 20-30 km/liter pertamax masih terbentur dengan daya beli.

Sekarang tentang suka-suka dengan Honda CBR150R ini setelah pemakaian selama 3 tahun adalah:

  1. Motor ini memiliki desain yang gagah dan elegan sehingga tanpa modif sana-sini pun sebetulnya sudah gagah dan sedap dipandang mata tidak terlalu kekecilan dan tidak terlalu kegedean untuk saya.
  2. Riding position yang nyaman dan tidak terlalu menunduk sehingga enak dikendarai. Pernah dibawa dari bantul sampai ke purbolinggo non stop hanya berhenti bbrp menit untuk sholat saja dan ternyata badan tidak terasa pegal.
  3. Mesin 150 cc dengan kompresi 11:1 dan memiliki peak power 17,8 PS pada 11.000 rpm bisa menggapai top speed 140 km/jam on speedometer dengan cukup mudah.
  4. Kelebihan lainnya adalah getaran mesin yang sangat halus sehingga nyaman dikendarai.
  5. Mesin dengan limiter yang lumayan tinggi di 12.000 rpm membuatnya sangat asyik dikendarai pada rentang rpm 7.000 ke atas dan suara mesin dan knalpotnya sangat sporty memacu adrenaline dan memompa semangat.
  6. Dengan konsumsi bensin 40-45 km/liter masih sangat nyaman di kantong saya buat harian.
  7. Susunan material body, rangka dan mesin yang bagus sehingga awet asalkan dirawat dengan benar.
  8. Tidak terlalu khawatir dengan sparepart karena banyak substitusinya misalnya:
    – seal shock kompatibel dengan honda tiger.
    – kampas rem depan kompatibel dengan honda new mega pro.
    – komstir kompatibel dengan honda new mega pro.

Sedangkan duka dengan Honda CBR150R ini selama pemakaian 3 tahun adalah:

  1. Tarikan awal motor yang lemah karena tenaga mesin pada rpm rendah lumayan kecil sehingga untuk stop and go agak kedodoran. Hal ini bisa diatasi dengan mengganti gear belakang dari 43 mata ke 44 mata sehingga akselerasi lebih ringan dan enak dipakai stop and go dalam kota. Karena memiliki limiter tinggi sehingga top speed teoritis motor cuma berkurang dari 162 km/jam ke 159 km/jam yang secara kenyataan tidak akan tercapai karena secara riil motor sudah agak berat utk berlari di atas 147 km/jam dalam keadaan standar.
  2. Desain motor yang sport dan minimalist demi mengurangi bobot motor sehingga sulit untuk membawa barang-barang bahkan membawa jas hujan pun harus dimasukkan ke tas karena bagasi sangat kecil dan hanya muat untuk tool kit, mungkin bisa diatasi dengan tank bag untuk menambah daya muat barang-barang.
  3. Sangat cocok dengan oli motor yang encer yang cenderung harganya agak mahal meskipun sesuai dengan performa motor yang bagus.
  4. Menggunakan AHO sehingga lampu depan cepat rusak.
  5. Mungkin karena bobot motor yang berat sehingga bos roda belakang gotrinya cepat pecah dan seal shock depan bocor karena terlalu lama distandar samping. Sudah mengalami 2 kali ganti bos roda belakang dan seal shock depan karena terlalu lama distandar samping (hampir 2 minggu), solusinya kalau ditinggal cukup lama selalu gunakan paddock agar beban motor tidak ditahan oleh bos roda belakang sebelah kiri dan seal shock depan kiri tidak tertekuk banget sehingga mengalami tekanan tinggi terlalu lama.
  6. Pajak motor ini lumayan mahal mungkin karena status built up yaitu sekitar Rp 650.000/tahun sedangkan Honda CBR150R FI versi lokal sekitar Rp 450.000/tahun.

Beberapa spare part Honda CBR150R FI yang telah diganti selama pemakaian 3 tahun:

  1. Camshaft set ganti sekali, part ini sebetulnya termasuk slow moving part yang sangat jarang diganti tetapi karena mengalami cacat produksi sehingga mengakibatkan bunyi klotok-klotok dan diganti secara gratis oleh AHM dan suara mesin klotok-klotok pun lenyap.
  2. Seal shock depan sebelah kiri ganti 2 kali karena terlalu lama distandar samping.
  3. Bos roda belakang ganti 2 kali juga karena terlalu lama distandar samping.
  4. Komstir ganti sekali karena sering lewat jalan berlubang di jalan deandles.
  5. Oil Seal dan Mechanical Seal diganti sekali karena oli mesin keluar sangat deras lewat selang hawa motor.
  6. Kampas rem depan ganti sekali karena sudah aus.
  7. Lampu depan ganti 2 kali karena aus.
  8. Busi ganti 2 kali karena aus.
  9. Cop busi ganti sekali karena kesalahan saat penggantian busi sehingga sobek dan mbrebet karena kemasukan air radiator yang bocor sebelum radiator diganti.
  10. Filter udara ganti 2 kali karena sudah sangat kotor terakhir ganti dengan merk aftermarket Ferrox supaya bisa dibersihkan dan tidak perlu beli filter udara lagi.
  11. Handle kopling dan rem ganti 1 kali karena aus dan saat rpm tinggi bunyi ngikrik, diganti dengan handle kopling dan rem variasi warna emas sehingga dapat bonus tambah cakep.
  12. Kaca spion ganti sekali karena kesalahan pribadi saat memasang diberikan lem alteco sehingga malah tidak bisa dilepas.
  13. Roda depan dan belakang ganti sekali karena sudah aus.
  14. Radiator ganti sekali karena bocor karena kesalahan pribadi merapikan kisi-kisi dengan obeng yang malah melubangi radiator.
  15. Rantai motor ganti sekali karena kendor karena terlalu lama tidak diolesi oli rantai, diganti dengan rantai OEM Suzuki Satria Fu 150 dan sudah setahun lebih blm diganti mungkin karena lebih bagus dari rantai orinya atau karena rajin diolesi dengan oli gear matic dengan SAE 90 yang lebih kental sehingga lebih bisa melindungi rantainya atau karena sekarang sudah lebih jarang dipakai motornya.

Oli mesin yang sering digunakan:

  1. AHM SPX 1 SAE 10w-30
  2. Yamalube Super Sport SAE 10w-40
  3. Peramina Enduro Sport SAE 5w-30
  4. Motul 5100 SAE 10w-40

RESTO_BUKIT_SERIBU_BINTANG

Selama 3 tahun pemakaian telah menempuh jarak 42.825 km dan telah mengalami banyak petualangan menjelajahi pulau Jawa baik dalam rangka mengantarkan saya bekerja maupun touring untuk sekedar rekreasi.

Selain itu juga mengalami perjuangan dan kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh kesalahan dalam perawatan karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah akhirnya semua problem bisa tersolusikan dan mendapatkan ilmu yang baru sehingga motor tetap seperti baru, nyaman dipakai dan performanya tidak berkurang.

Sekian sharing tentang pengalaman 3 tahun bersama  Honda CBR150R FI CBU semoga bermanfaat.

Iklan

Alasan Memilih Honda Sonic 150

honda-sonic-150-teaser9

Beberapa hari terakhir baik blog maupun media mainstream lainnya dibombardir pemberitaan tentang motor model ayam jago terbaru dari Honda (AHM) yang diberi nama Honda Sonic 150 yang akan dilaunching dalam beberapa minggu ke depan. Sebagaimana jenis motor ayago adalah mengedepankan bentuk yang imut, ramping dan ringan sehingga lincah dan mengejar kecepatan, demikian juga dengan Honda Sonic 150.

Pada sisi mesin Honda Sonic 150 menggunakan basis mesin DOHC single cylinder dari Honda CBR150R yang mengalami beberapa upgrade signifikan di antaranya penggunakan fork roller cam seperti pada mesin Honda CBR250R dan dimensi bore x stroke yang hampir sama atau square yaitu 57,3 mm x 57,8 mm sehingga menghasilkan ukuran ruang bakar 149,16 cc. Penggunaan fork roller cam membantu mengurangi gesekan pada camshaft sehingga camshaft akan lebih awet dan mesin lebih efisien. Sedangkan stroke yang lebih panjang 57,8 mm dari 47,2 mm pada CBR150R membantu memperoleh torsi dan power maksimum dari rpm rendah sampai ke menenengah sehingga membantu akselerasi dan menghemat pemakaian bahan bakar.

Suzuki Satria FU 150:
Peak Power: 16 PS / 9.500 rpm, Peak Torque: 12,45 Nm/8.500 rpm

Jupiter MX King:
Peak Power: 15,5 PS / 8500 rpm, Peak Torque: 13,8 Nm/7.000 rpm

Sonic 150:
Peak Power: 15,64 PS / 9.000 rpm, Peak Torque: 13,5 Nm/7.500 rpm

Kalau melihat pasar yang ada maka Honda Sonic 150 akan berhadapan head to head dengan Suzuki Satria FU 150 dan Yamaha MX King. Dibandingkan dengan Suzuki Satria FU 150 maka Sonic 150 kalah pada peak power tetapi unggul pada peak torsi, sedangkan dibandingkan dengan Yamaha MX King maka Sonic 150 lebih unggul sedikit pada peak power tetapi kalah sedikit pada peak torsi. Jika dilihat di atas kertas dan menganggap gear ratio yang digunakan sama-sama optimal maka kemungkinan Sedangkan Sonic 150 memiliki akselerasi yang sangat bagus tetapi masih kalah sedikit dibawah Yamaha MX King tetapi semakin tinggi kecepatan maka akselerasi Sonic 150 akan lebih cepat dari Yamaha MX King dan pada akhirnya Suzuki Satria FU akan mengalahkan semuanya pada kecepatan maksimalnya.

Bagaimana dengan konsumsi BBM, kalau melihat dimensi bore x stroke yang square maka konsumsi BBM Sonic 150 akan mendekati keiritan Yamaha MX King dan bahkan bisa lebih irit karena ukuran ban yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan dan sama-sama menggunakan fuel injection sedangkan Suzuki Satria FU akan lebih boros karena mesin overbore dan masih karburator.

Sedangkan untuk fitur-fitur yang tidak kalah penting, Sonic 150 dan Yamaha MX King sudah dilengkapi dengan radiator yang lebih bagus dalam mengendalikan suhu mesin dibanding oil cooler sedangkan Satria FU 150 masih menggunakan oil cooler. Kemudian dibidang shock breaker depan baik Sonic 150 dan Satria FU 150 maupun Yamaha MX King menggunakan teleskopis, sedangkan shock breaker belakang Sonic 150 sudah menggunakan monoshock dengan Pro Link sedangkan Yamaha MX King dan Satria FU 150 masih menggunakan monoshock tanpa link. Sehingga dibidang shock breaker Honda Sonic 150 paling unggul dibandingkan kompetitornya.

Kesimpulannya adalah alasan memilih Honda Sonic 150 karena:

  1. Memiliki mesin baru yang canggih, irit, berperforma tinggi.
  2. Body imut, ramping dan ringan.
  3. Lincah karena akselerasi sangat bagus dari kecepatan bawah sampai atas.
  4. Dilengkapi dengan radiator cooler sehingga lebih bagus dalam mengendalikan suhu mesin.
  5. Dilengkapi dengan shock breaker belakang monoschok dengan Pro-Link.

Demikianlah ulasan singkat tentang alasan mengapa memilih Honda Sonic 150, semoga bermanfaat, kalo ada salah mohon dikoreksi.

Event Honda Motorsport Show 19 April 2015 Di The Park Solo

Jpeg

Berhubung ada waktu luang dan lagi butuh banget refreshing maka hari minggu 19 April 2015 kemarin saya menyempatkan untuk mengikuti event Honda Motorsport Show di The Park Solo. Berangkat dengan penuh semangat karena bisa ketemu banyak teman-teman dari group CB150 Street Fire Lover dan CBR K45 Lover.

Jpeg

Berangkat terlalu gasik karena tidak tahu acara dimulai jam berapa, pokoknya pasang ponsel ke holder dan kabel charger, buka google map dan cari the park solo lalu start navigating dan gas. Setelah melalu perjalanan panjang 2 jam lebih akhirnya sampai juga ke the park solo. Sampai di sana tampak acara belum dimulai dan petugas masih pada siap-siap meskipun ada juga beberapa pengunjung baik anak-anak seusia SMU maupun yang sudah tua sudah hadir dan melakukan test ride padahal hari masih sangat panas. Sampai sana masuk ke booth Dyno Challenge dan ketemu dengan om Sena Ponda. Mesin dyno belum ready nunggu laptop dulu jadi daftar dulu.

Jpeg

Karena acara baru dimulai jam 2 dan tes dyno baru dimulai sekitar jam 3 sore saya terus sholat dzuhur dulu, dijamak dengan ashar biar efisien memanfaatkan status sebagai musafir. Kemudian sambil nyari makan putar-putar dulu kota solo yang masih sejuk dan jauh dari kemacetan sampai akhirnya nemu warung makan mie ayam suroboyo. Karena aku kira itu warung mie ayam biasa jadi cuma pesan mie ayam saja dan baru tahu ada menu seafood saat pembeli lain pesan makanan seafood.

Setelah itu kembali ke The Park dan ternyata acara sudah mulai, acara lomba fotografi sudah dimulai, dan yang ikut test ride semakin banyak, saya sendiri sempet ikut test ride juga.

Jpeg

Pertama yang ditest ride Honda New Mega Pro FI dan Honda Verza 150. Mengusung mesin yang hampir sama yaitu SOHC 150 cc 2 katup dengan fuel injection yang hemat BBM, power dan torsi yang lumayan gede di kelasnya dan top speed yang lebih dari cukup untuk komuter harian.

Jpeg

Setelah itu mencoba Honda CBR150R Lokal yang meskipun sudah memiliki Honda CBR150R FI Built up ternyata feelnya benar-benar jauh, akselerasi jauh lebih nampol dari awal dibandingkan dengan CBR150R built up.

Jpeg

Lalu dilanjutkan dengan nostalgia mencoba test ride Honda CB150R Street Fire yang dulu sempat menggunakan selama 1 tahunan. Entah mengapa motor produksi tahun 2015 ini power dan torsinya terasa lebih gede dari motor saya yang unit produksi tahun 2013.

Setelah selesai test ride ternyata oleh mbaknya sales saya setengah dipaksa untuk pergi ke booth untuk order motor Honda. Mohon mangap yang sebesar-besarnya saja ya mbak, saya dah punya motor Honda CBR150R built up kesayangan yang belum setahun dibeli jadi belum mau ganti motor lagi. Tetapi dengan susah payah akhirnya saya bisa menghindar dari bujukan sales itu.

Jpeg

Setelah itu menuju booth dyno challenge yang ternyata sudah akan dimulai. Motor pertama yang diuji adalah punya anak jogja juga masih seusia SMU dengan panggilan Ompong yang meskipun masih muda tapi sudah berkreasi dengan mesin Honda CB150R FI miliknya yang sempet diubah dari fuel injection menjadi karburator. Setelah itu baru motor Honda CBR150R Builtup milik saya yang ditest. Bagaimanakah hasil pengujian dua motor itu bisa dilihat di video penjelasan dari om Sena Ponda berikut ini.

Acara dyno challenge yang juga merupakan sebuah edutaintmen yang syarat akan ilmu dan menghibur bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang apa sih itu dyno test. Selain itu juga memberikan contoh manfaat dyno test pada saat melakukan setting sepeda motor dengan perubahan grafik power dan torsi apabila part atau settingan pada motornya diganti. Tadi sempat dilakukan pengujian dyno test pada unit CB150R standar dari dealer dengan kondisi standar ting-ting mendapatkan peak power 17,3 dk dan max torsi 14,1 Nm dan kemudian dilakukan penggantian knalpot Doctor X langsung dihadapan para hadirin dan dites lagi sehingga hasil pengukuran berubah menjadi peak power 20,3 dk dan max torsi 15,1 Nm atau terjadi peningkatan peak power 3 dk dan peak torsi 1 Nm yang menunjukkan bahwa knalpot racing itu sangat efisien. Dengan memiliki pengetahuan seperti itu maka masyarakat akan lebih faham dan tidak bisa dibodohi oleh penjual part yang katanya racing-racingan yang membuat motor jadi berisik tapi tenaga semakin loyo. Karena melakukan praktek secara langsung dan diberikan penjelasan yang sangat gamblang sehingga sangat cepat difahami. Sayang sekali saya belum sempat memvideokan padahal ini adalah ilmu yang sangat bermanfaat bagi rider seperti kita.

Jpeg

Kemudian break bentar melihat pemanasan para stunt rider dari HSR yang akan beraksi.

Sayang sekali karena hari sudah terlalu sore jadi tidak bisa ikut acara di malam harinya yang jauh lebih keren karena ada konser musik dan stunt ride yang bermain dengan api. Karena jarak pulang yang 2 jam lebih jadi saya jam 4 sore sudah berangkat pulang ke Jogja.

Semua foto dan video direkam dengan kamera ponsel Asus Zenfone 5 dan masih belum mahir bermain fotografi dan videografi sehingga mohon maaf kalo gambarnya kurang bagus.

Sekian sharing saya tentang ikut event Honda Motorshow 2015 di The Park Solo, semoga bermanfaat.

Review Oli di Honda CBR150R FI

oli_motor

Alhamdulillaah, hari ini sudah selesai jadwal ujian kuliah dan menyempatkan menulis artikel atau curhat di blog ini lagi. Akhir-akhir ini saya sering mendapati banyak postingan di beberapa group facebook yang mengalami keluhan pada motor yang bisa jadi karena penggunaan oli yang kurang baik khususnya pada motor Honda CBR150R FI.

Honda CBR150R FI memiliki kapasitas oli 1,0 liter pada penggantian periodik jadi jangan sampai diisi hanya 0,8 liter karena mesin akan kekurangan oli sehingga mudah overheat dan paling parah bisa merusakkan mesin kalo oli sampai kurang dari batas minimumnya. Spesifikasi oli menurut buku panduan adalah JASO MA/MA2, API SJ/SL/SM/SN dan SAE 10w30 s.d 10w40.

Kalau motor CBR150R FI Anda sering digeber di rpm tinggi di atas 9.000 rpm kemungkinan mesin akan menjadi sangat panas dan oli akan lebih cepat menguap sehingga sebaiknya penggantian oli jangan sampai lebih dari 1.500 km, paling tidak setelah melewati 1.500 km periksalah setiap 500 km ketinggian oli mesin jangan sampai di bawah tanda minimal pada dipstik.

dipstikCara memeriksa oli dengan dipstik sangat mudah, dan hanya membutuhkan tang penjepit untuk membuka penutup oli dan tisu saja:

  1. Gunakan tang untung membuka penutup oli, sebaiknya dilapisi dengan kertas atau kain.
  2. Keringkan penutup oli, lihatlah di bagian bawahnya ada semacam garis-garis, garis paling atas adalah batas max ketinggian oli dan garis paling bawah adalah batas min oli.
  3. Pasang kembali penutup oli dan putar sampai batas paling bawah tapi jangan sampai dikencangkan, kemudian lepas lagi pelan-pelan dan ukur ketinggian oli.
  4. Kalau ketinggian oli sudah hampir mencapai batas min segeralah ganti oli Anda.

Selain itu untuk mengetahui kalau oli sudah saatnya ganti bisa dirasakan saat dikendarai motor biasanya kopling akan terasa keras padahal settingan kopling sudah sesuai dan kadang juga mesin terasa kasar dan mudah overheat padahal normalnya tidak.

Untuk sekedar referensi saja pengalaman pemakaian oli pada Honda CBR150R saya:

  1. AHM MPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Saya pernah menggunakan oli ini sekali dan sepertinya oli yang pertama dituangkan saat motor turun dari diler adalah oli ini, harga per botol 48.000/liter, penilaian dari oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: kadang terjadi endut-endutan.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  2. AHM SPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Ini adalah oli standar untuk Honda CBR, harga Rp 50.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus tapi setelah 1.000 km terasa agak berat.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.000 km.
  3. Motul 5100 ( JASO MA2, API SM, SAE 10w40)
    Oli mahal buatan motul seharga Rp 130.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: sedang.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  4. Castrol Power 1 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Castrol seharga Rp 59.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: keras dan bunyinya nyaring.
    – Kopling: lancar jaya (kadang terjadi endut-endutan ternyata karena waktu mengganti oli sebelumnya kurang bersih jadi tercampur).
    – Daya tahan: belum dicoba sampe limit.
  5. Kawasaki 4T Ultimate (JASO MA, API SL, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Kawasaki, bisa didapatkan dengan harga Rp 90.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.000 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  6. Yamalube Super Sport (JASO MA, API SM, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Yamaha, harga Rp 70.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  7. Shell AX7 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Shell dengan harga yang rasional yaitu Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.500 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  8. Enduro 4T Racing (JASO MA2, API SJ, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari pertamina dengan harga murah tapi performa cukup bagus, harga Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  9. Enduro 4T Sport (JASO MA, API SL, SAE 5w30)
    Oli full sintetik dengan base oil PAO+Ester dari pertamina dengan performa dan perlindungan mesin yang sangat bagus, harga Rp 159.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas tapi terjaga karena full sintetik.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit tapi melihat base oil seharusnya daya tahan sangat panjang.

Dari beberapa oli yang sudah saya coba di motor Honda CBR150R FI saya rekomendasi jatuh pada: Peramina Enduro 4T Sport, Motul 5100 10w40Yamalube Super Sport, Pertamina Enduro 4T Racing, Shell AX7 dan AHM SPX-1.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat. Salam DOHC..

Perbedaan Biaya Perawatan Sepeda Motor Supra X 125, CB150R dan CBR150R

20140824_172348Sebagai salah seorang rider yang dulunya menggunakan Supra X 125 R selama lebih dari 4 tahun kemudian upgrade ke CB150R dan terakhir ke CBR150R dan kesemuanya digunakan untuk motor sehari-hari ternyata ada perbedaan dalam hal biaya perawatan dan pemakaian sepeda motor ini.

Di dalam analisa perhitungan perbandingan biaya perawatan dan pemakaian antar beberapa produk motor ini diasumsikan dengan KM yang ditempuh per bulan 2.500 km.

Tabel Perbandingan konsumsi BBM sepeda motor:
Total KM dalam sebulan: 2500
Supra X 125 R CB150R CBR150R
Konsumsi BBM: 50 37 40
Harga BBM: Rp             8.500 Rp             8.500 Rp           10.600
Interval Oli: 2000 1500 1500
Harga Oli: Rp           27.500 Rp           48.000 Rp           48.000
Interval Servis: 2000 4000 4000
Harga Servis: Rp           31.000 Rp           65.000 Rp           90.000
Pajak Kendaraan: Rp           20.833 Rp           33.000 Rp           54.583
Biaya Oli: Rp           34.375 Rp           80.000 Rp           80.000
Biaya BBM: Rp         425.000 Rp         574.324 Rp         662.500
Biaya Servis: Rp           38.750 Rp           40.625 Rp           56.250
Total Biaya: Rp         518.958 Rp         727.949 Rp         853.333
Selisih bensin dlm sebulan: Rp         149.324 Rp         237.500
Selisih bensin dlm 2 tahun: Rp     3.583.776 Rp     5.700.000
Selisih biaya dlm sebulan: Rp         208.991 Rp         334.375
Selisih biaya dlm 2 tahun: Rp     5.015.784 Rp     8.025.000

Khusus untuk Honda CBR150R menggunakan harga bbm Pertamax terakhir sedangkan Honda CB150R dan Honda Supra X 125 R menggunakan harga bbm Premium bersubsidi karena memang motor ini dirancang khusus untuk Pertamax dan ketika meminum bensin jenis RON 88 mesin akan menjadi kasar. Untuk oli Supra X 125 R memilih oli Federal Ultratec 20w50 yang direkomendasikan pabrikan, sedangkan untuk CB150R dan CBR150R menggunakan oli Enduro 4T Racing yang harganya sedang.

oli_motor

Dari sini terlihat bahwa perbedaan biaya perawatan antara Honda SupraX 125 R  dan Honda CB150R hanya berbeda Rp 208.991 dan itupun sebagian besarnya dari selisih biaya bensin karena memang SupraX 125 R lebih irit sedangkan sisanya Rp 62.792 dari pajak dan ganti oli. Sedangkan untuk Honda CBR150R perbedaan agak mencolok sebesar Rp 334.375 yang sebagian besar juga dari selisih biaya bensin yaitu Rp 237.500 dan sisanya dari biaya pajak dan ganti oli sebesar Rp 96.875.

Semua perhitungan tadi sebenarnya masih belum ditambah pergantian barang-barang fast moving maupun slow moving part yang selisih harganya lumayan besar juga. Sehingga ketika Anda ingin mengupgrade tunggangan dari SupraX 125 R ke CBR150R harus memiliki persiapan perubahan biaya perawatan dan pemakaian juga.

Sekian sharing ini semoga bermanfaat.

AHM Merilis Honda BeAT ESP 2014 dan Honda Beat POP 2014 harga mulai Rp 13,85 juta

produk-beat-esp1Pasar motor matic kelas murah meriah di Indonesia mulai dipadati oleh produk-produk dari pabrikan motor baik jepang maupun non jepang yang bersaing dan tidak mau kalah dalam memperebutkan pangsa pasar motor matic kelas ini. Setelah beberapa bulan sebelumnya launching motor matic Suzuki Nex Address 2014 yang sebagian juga diekspor ke negara-negara Eropa, kemudian disusul bulan ini Yamaha Mio M3 2014 juga diluncurkan, terakhir Honda juga ga ketinggalan meluncurkan Honda New BeAT eSP 2014 dan Honda New BeAT POP eSP 2014. Dengan tingginya persaingan antar pabrikan ini memberikan harapan bagi konsumen terjadinya perang harga antar prabrikan motor matic itu sehingga harga menjadi semakin murah dan mutu semakin bagus.

Honda eSP

honda-espKedua jenis Honda New BeAT 2014 itu telah dilengkapi dengan teknologi eSP (Enhanced Smart Power) dari Honda. Teknologi eSP adalah generasi terbaru mesin matic Honda yang diterapkan secara global, dirancang sempurna untuk menghasilkan performa tinggi, efisiensi bahan bakar lebih baik dan lebih ramah lingkungan. Beberapa komponen dari teknologi eSP adalah:

    1. Offset Cylinder: mengurangi gesekan antara piston dan silinder dengan mengatur ulang posisi silinder dan crankshaft.
    2. Roller Type Rocker Arm: menggunakan Shell-Type Needle Bearing sebagai poros sehingga dapat mengurangi gesekan dan mengurangi beban pegas katup.
    3. Spiny Sleeve: tekstur berduri dinding luar silinder yang bisa menyebarkan panas lebih cepat sehingga menjaga bentuk lingkaran sempurna sehingga dapat mengurangi distorsi dan kerugian akibat gesekan lainnya.
    4. Fuel Injector: dengan fuel injector yang mampu menyemprotkan bahan bakar paling halus dibandingkan kompetitornya.
    5. Compact Combustion Chamber: ruang bakar disempurnakan dengan menghilangkan hambatan pada saluran masuk bahan bakar. Kalau umumnya terdapat sudut yang bisa menghambat aliran kabut bahan bakar, kini dibuat lebih lancar.
    6. Rotasi udara vertikal: dengan rotasi udara vertikal dan aliran maksimal saat pencampuran udara  menghasilkan penyebaran bahan bakar yang merata dan menjadikan pembakaran lebih baik dan efisien.
    7. ACG Starter: sistem starter yang lebih halus dan tanpa suara bletak dan mendukung teknologi ISS.
    8. ISS (Idling Stop System): teknologi pintar dari Honda yang akan mematikan mesin setelah langsam selama 3 detik dan ketika tuas gas ditarik motor akan langsung menyala dan ngacir sehingga bisa menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang yang sia-sia.

Honda BeAT ESP 2014 dan Honda BeAT POP 2014

beat-pop-harmony-whiteHonda Beat eSP dan Honda BeAT POP eSP adalah penerus dari Honda BeAT FI versi sebelumnya. Tampilan Honda BeAT POP eSP sedikit berbeda dengan Honda BeAT eSP. Terutama terlihat pada bentuk lampu depan dan lampu sein (riting) yang terletak terpisah dari lampu depan dan berada pada tebeng depan sedangkan Honda BeAT eSP desain lampu depan dan lampu sein menyatu seperti pada Honda BeAT FI versi sebelumnya.

beat-esp-sporty-electro-redKedua jenis Honda BeAT baru ini memiliki varian CW (Cast Wheel / velk racing), CW CBS (dilengkapi dengan CBS / Combi Break System) dan CW CBS ISS (dilengkapi dengan CBS dan ISS / Idling Stop System). Dilengkapi dengan mesin fuel injection dengan teknologi eSP berkubikasi 108 cc dengan kompresi 9,5:1 yang bisa memuntahkan power maksimum 8,68 PS / 7.500 rpm dan torsi maksimum 9,01 Nm / 6.500 rpm. Pada rem depan menggunakan cakram dengan piston tunggal dan rem belakang menggunakan rem tromol. Khusus untuk varian CBS menggunakan Combi Brake System yang memadukan rem depan dan belakang sehingga lebih nyaman dan praktis di semua kondisi jalan. Dilengkapi dengan bagasi 11 Liter yang cukup luas untuk membawa barang-barang bawaan sehari-hari dan tanki BBM 3,7 Liter sehingga motor yang diklaim memiliki konsumsi BBM 1:63 km/liter ini bisa menempuh perjalanan sejauh 233 km sebelum harus diisi bensin lagi. Ketinggian tempat duduk untuk BeAT eSP 740 mm sedangkan untuk BeAT POP eSP lebih rendah dengan 735 mm. Dengan bobot 94 kg untuk varian non CBS dan 95 kg untuk varian CBS tergolong sangat ringan terutama saat memarkir kendaraan.

 Bandrol harga untuk Honda BeAT eSP 2014 dan Honda BeAT POP eSP 2014 adalah:

Nama Varian Harga
Honda BeAT POP eSP CW Rp13.850.000
Honda BeAT POP eSP CW CBS Rp14.150.000
Honda BeAT POP eSP CW CBS ISS Rp14.650.000
Honda BeAT eSP CW Rp14.150.000
Honda BeAT eSP CW CBS Rp14.450.000
Honda BeAT eSP CW CBS ISS Rp14.950.000

Honda BeAT baru kembali menjadi pilihan produk motor matic kelas murah meriah yang paling canggih dan kaya fitur, performa semakin bagus dan semakin irit dan kenyamanan yang telah terbukti bertahun-tahun. Jika Anda ingin mencari motor matic yang desainnya manis, mungil, lincah, nyaman, canggih dan irit Honda BeAT eSP atau Honda BeAT POP eSP bisa menjadi salah satu pilihan yang terbaik.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat.

Yamaha Mio M3 125cc dengan Blue Core

timthumb.phpDi sore hari yang agak mendung ini sedang agak galau memikirkan tugas-tugas kuliah yang banyak lowongnya, dan ketika membuka berita otomotif ternyata YIMM sudah meluncurkan motor matic terbaru mereka yaitu Mio M3 dengan teknologi Blue Core. Wah lumayan nih kemajuan teknologi produk Yamaha yang bagus untuk konsumen, harus diselidiki.

Setelah mengosak-asik berbagai sumber di internet akhirnya saya berhasil mengumpulkan informasi yang cukup banyak tentang Yamaha Mio M3 dan teknologi Blue Core nya. Yang jelas blue core yang dibaca blukor bukan berasal dari kata blusukan.

Blue Core

mio125-teaser1

Blue core bukanlah sebuah komponen mesin tetapi merupakan sebuah design guideline atau petunjuk perancangan pada sepeda motor Yamaha yang memiliki tujuan agar motor lebih irit, menyenangkan dan powernya gede. Blue core tidak hanya mencakup tentang bagian mesin saja tetapi juga pada body motor dan bagian-bagian yang lain.

Beberapa point dari teknologi blue core adalah:

  1. Rasio gir dioptimalkan agar mendapatkan torsi yang maksimal.
  2. Menggunakan silinder diasil dan piston forged sehingga mendapatkan pelepasan panas yang baik.
  3. Menggunakan oil jet piston cooler untuk menyemprotkan oli ke bagian bawah piston sehingga menjadikan pendinginan lebih optimal.
  4. Meminimalkan berat sepeda motor agar didapatkan power to weight ratio yang optimal sehingga akselerasi dan keiritan bensin yang maksimal.

Yamaha Mio M3 125cc

mio-125Sepeda motor Yamaha Mio M3 125cc produk motor matic pertama YIMM yang telah menggunakan teknologi Blue Core. Dengan mesin berkubikasi 125 cc yang mampu memuntahkan power 9,52 PS/8000 rpm dan torsi 9,6 Nm/5000 rpm dan diklaim memiliki  konsumsi bensin 1:47 km/liter. Sehingga dengan tanki bensin 4,2 liter mampu menempuh jarak 200 km sangat irit untuk sebuah motor matic. Selain itu motor ini juga dilengkapi dengan bagasi 10,1 liter sehingga bisa memuat barang-barang yang cukup banyak.

Berdasarkan informasi terbaru motor Yamaha Mio M3 125cc akan dibandrol Rp 13.950.000 untuk velk racing dan Rp 13.080.000 untuk velk ruji-ruji. Sengaja dibenturkan dengan harga Honda Beat FI sang raja penjualan motor matic dengan angka penjualan terbesar di tanah air. Untuk sementara Honda bakalan menghadang kedatangan Yamaha Mio M3 dengan Honda Beat FI, Honda Spacy Series dan Honda Vario Series tetapi musuh sesungguhnya dari Yamaha Mio M3 Blue Core adalah Honda Beat FI with ACG & ISS dengan teknologi Honda ESP yang akan diluncurkan pertengahan bulan ini.

honda-beatDilihat dari desain sangat mirip meskipun tidak kembar identik tetapi di atas kertas Yamaha Mio M3 125cc unggul dalam besarnya kubikasi mesin 125 cc sedangkan Beat FI masih 110 cc, sehingga power dan torsi juga lebih unggul 9,52 PS/8000 rpm vs 8,52 PS/8000 rpm dan torsi 9,6Nm/5000 rpm vs Beat FI 8,6 Nm/6500 rpm. Sedangkan Honda Beat FI unggul pada ukuran ban yang lebih lebar, shock breaker yang empuk sehingga lebih nyaman, selain itu Beat FI telah teruji dan terbukti selama bertahun-tahun di masyarakat dengan tingkat kepuasan konsumen yang sangat tinggi.

Akhirnya, Yamaha Mio M3 akan menjadi tambahan pilihan bagi bro dan sis yang sedang berminat mencari motor matic baru di tahun 2015 besok. Saran saya bukan hanya untuk motor ini tetapi untuk semua motor baru yang menggunakan teknologi baru juga sebaiknya menunggu review dari blogger-blogger yang sebentar lagi akan mentest ride motor baru ini dan lebih baik lagi menunggu beberapa bulan sehingga sudah terbukti di kalangan pelanggan bahwa motor ini tidak bermasalah.