Arsip Kategori: Pertamax

Merawat Honda CBR150R Dengan Hemat

20140824_172348Judul artikel ini mungkin bagi sebagian orang terasa menurunkan gengsi Honda CBR150R yang lekat dengan image motor mahal, perawatannya mahal, tapi sebenarnya artikel ini hanya memberikan wawasan bahwa merawat Honda CBR150R tidak perlu harus selalu mahal terutama kalau tidak terjadi kerusakan yang serius sehingga memberikan solusi pada saat entah karena musibah apa menjadi terasa berat untuk merawat Honda CBR150R dengan part-part dan oli yang kelas premium. Dan juga bagi orang seperti saya yang masih menjadi mahasiswa dan bukan orang kaya raya sehingga sebagai kendaraan harian maka Honda CBR150R harus sehemat mungkin dalam hal perawatan.

premium-pertamax-plusHal yang paling utama adalah bahan bakar atau bensin untuk motor Honda CBR150R baik FI maupun old. Menurut buku manual menggunakan minimal RON 92 atau setara Pertamax, Shell Super dan sejenisnya. Tidak disarankan menggunakan bensin Premium bersubsidi dan kalau terpaksa menggunakan bensin Premium bersubsidi disarankan untuk mengoplos dengan Pertamax Plus dengan perbandingan 1:1 agar didapat bahan bakar dengan RON 92. Harga bensin Pertamax per September 2014 ini fluktuatif di sekitar Rp 11.500, sedangkan Pertamax Plus di sekitar Rp 13.000 dan Premium bersubsidi Rp 6.500. Sehingga untuk 8 liter Pertamax harga totalnya 8 x Rp 11.500 atau Rp 92.000, sedangkan harga bbm oplosan Premium+Pertamax Plus 4 x Rp 6.500 + 4 x Rp 13.000 = Rp 78.000, lebih hemat Rp 14.000.

enduro_4t_racingHal kedua yang sangat menentukan keawetan motor 4 tak adalah oli. Selalu gunakan oli yang sesuai anjuran di buku manual motor Anda. Dalam hal motor CBR150R adalah syarat oli menurut buku manualnya adalah memiliki sertifikasi JASO MA/MA2 dan API SJ/SL/SM/SN dan spek API yang lebih tinggi dilihat dari alfabet dibelakang angka S harus di atas huruf J. Kemudian kekentalan oli antara 10W-30 s.d 15W-40. Spek JASO MA/MA2 menunjukkan kalau oli itu dirancang untuk mesin jenis kopling basah. Jangan menggunakan oli yang terlalu kental karena akan sulit melumasi bagian-bagian mesin yang rapat pada mesin Anda. Untuk pilihan oli yang ekonomis antara lain adalah: AHM SPX1 10W-30 (rekomendasi pabrikan) harga Rp 52.000 sekalian ganti di Ahass daerah Jogja, Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40 harga Rp 48.000, atau Shell AX7 10w40 harga Rp 60.000. AHM SPX1 dengan spek API SJ dan JASO MA dengan kekentalan 10W-30 menurut pengalaman saya sangat cocok untuk motor CBR150R dan performa mesin juga sangat bagus. Sedangkan Pertamina Enduro 4T Racing pernah menjadi oli favorit pada polling di salah satu thread di http://www.kaskus.co.id dan memberikan kepuasan pada hampir semua pemakainya. Untuk Shell AX7 10w40 sendiri menurut pengalaman merupakan salah satu oli yang berimbang antara performa dan juga menjaga mesin tetap halus. Selain itu jangan sampai telat mengganti oli karena kalau sampai telat maka biaya perbaikan mesin motor Anda akan menjadi sangat mahal. Rekomendasi berdasarkan pengalaman saya untuk penggantian oli adalah pada kisaran 1.300 km sampai 1.700 km. Yang penting diingat adalah jangan sampai terlambat dalam mengganti oli, karena fungsi daripada oli sangat vital dan kalau terlambat dalam penggantian akan mengakibatkan kerusakan di dalam mesin yang tentu akan sangat mahal biaya perbaikannya.

Berdasarkan wadah oli biasanya masa ganti oli maksimal hingga 4.000 atau 8.000 km, tetapi karena pemakaian oli di mesin cbr150r dengan rpm yang tinggi dan di perjalanan sering berhenti di kemacetan dan lampu merah juga jadi untuk lebih amannya maksimal setengahnya saja per 2.000 km. Pada masa pakainya  oli mengalami kerusakan dan kemampuan untuk melumasi mesin berkurang dan juga mengalami penguapan sehingga volum oli berkurang, hal ini bisa dirasakan dengan perpindahan gigi yang mulai keras dan kadang sulit dinetralkan pada saat mesin menyala, perseneling ketika diinjak tidak kembali secara otomatis, tarikan menjadi berat, hingga terjadinya selip kopling.

servis_ahass

Bagi pemilik motor Honda CBR150R yang belum berusia 3 tahun yang berarti pula masa garansi masih ada maka dianjurkan agar garansi tidak hilang setiap 4.000 km melakukan servis ke Ahass yang menangani servis Honda CBR150R dengan membawa buku servis. Biaya servis rutin CBR150R adalah sekitar Rp 100.000. Perlu diketahui bahwa pada saat melakukan servis rutin Anda tidak diharuskan untuk mengganti oli jika sekiranya oli Anda masih belum masa penggantian, tinggal bilang aja ke mekaniknya, “Olinya jangan diganti karena baru saja diganti.”.

kampasremcakramdepanhondaR-600x600Hal lainnya yang paling sering dilakukan untuk merawat motor adalah penggantian fast moving part semisal kampas rem. Kampas rem original untuk Honda CBR150R termasuk mahal, bahkan kampas rem depan sampai Rp 190.000. Cara lain agar lebih hemat adalah mengganti dengan kampas rem sejenis yang kompatibel semisal kampas rem Honda New Mega Pro yang dari beberapa sumber plug and play dengan harga Rp 40.000 saja, sebaiknya pilih suku cadang asli honda jangan make yang kw karena takutnya pingin lebih hemat tapi malah merusak part yang lain karena materialnya kurang bagus, untuk review kampas rem depan New Mega Pro pada Honda CBR150R FI bisa dibaca di blognya mas kojack.net di sini. Selain itu untuk kampas kopling berdasarkan info dari mas muhsin di blognya bonsaibiker.com bisa menggunakan kampas kopling Honda Tiger 2000 atau Honda CS1 dengan harga setengahnya saja, sumber di sini.

pajak_honda_cbr150r_fiKemudian yang tidak boleh terlupakan adalah membayar pajak kendaraan bermotor dan SIM Anda di kepolisian agar Anda bisa berkendara di lingkungan daerah NKRI dengan legal. Salah satu contoh pajak motor Honda CBR150R tahun 2014 adalah Rp 655.800 per tahunnya. Jangan sampai lupa membayar pajak karena kalau lupa maka Anda akan rawan kena razia polisi yang tentu saja akan menghabiskan banyak uang.

Mungkin itu saja sharing saya tentang cara hemat dalam merawat Honda CBR150R, semoga bermanfaat.

Berbagi Pengalaman Honda CBR150R FI CBU Minum Bensin Premium

orang-ngisi-bensin

Kisah ini berawal pada saat saya harus pergi ke tempat salah seorang paman saya yang bertempat tinggal di daerah Temanggung, Jawa Tengah untuk mengabarkan suatu kabar gembira. Kebetulan hari itu hari Minggu yang cukup cerah berangkat dari jogja jam 10 pagi sehingga perjalanan terasa begitu nikmat dan menghibur. Sampai di tengah perjalanan kebetulan BBM tinggal 3 kotak sehingga berhenti di sebuah SPBU yang cukup besar di pinggir Jl. Magelang, tetapi kebetulan Pertamax baru habis. Kemudian antara ragu dan takut mengisi premium di motor saya CBR150R FI  CBU saya memilih tidak mengisi bensin saja dan alhamdulillaah masih bisa pulang pergi Bantul-Temanggung dan tidak kehabisan bensin.

20140831_121159

Sesampainya di rumah saya berinisiatif untuk mencoba mengisi bensin premium ke motor saya yang oleh pabrikan sudah dinyatakan ready bensin premium. Hal ini menurut saya penting karena saya sering harus melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang sulit mendapatkan BBM jenis pertamax. Kebetulan tanki bensin sisa satu kotak dan saya tidak suka tanggung-tanggung dan selalu mengisi full tank. Setelah tangki penuh, bayar bensin premium agak kaget, biasanya full tank lebih dari 120 ribu kok hanya 60 ribu rupiah aja. Kemudian nyalakan starter kaget lagi, oh ternyata mesinnya menyala.

Berikutnya dicoba untuk mulai berkendara beberapa kilo meter. Hal pertama yang terdeteksi adalah mesin suaranya mulai sedikit lebih keras, kemudian terdengar suara seperti mendengung dari blok mesin. Aku sudah mulai curiga jangan-jangan bensin di ruang  bakar terbakar sebelum timmingnya sehingga mesin kehilangan kompresi. Sempat coba digeber suaranya kok ga halus dan pecah gitu kemudian aku turunin gas cepet dan tiba-tiba mesin mati kemungkinan karena loss kompresi. Hati mulai cemas dan dalam hati berfikir, wah gara-gara make bensin premium motor saya jadi kacau, sudah mesin klotok-klotok klaim camshaft ga datang-datang, mesin jadi keras dan tidak bertenaga, lalu aku beristighfar memohon ampunan kepada Tuhan atas semua kesalahanku.

Kemudian aku berfikir untuk mencegah knocking maka nilai oktan bensin di tangki harus ditambahi dengan bensin pertamax kemudian aku langsung ke pom bensin dan ditambahi penuh dengan pertamax karena tidak ada pertamax plus lumayan nambah 3 liter. Lumayan suara mesin mendengung sedikit berkurang dan aku menjaga agar tidak menggunakan RPM tinggi agar tidak terjadi knocking. Hingga akhirnya pas bensin tinggal satu kotak langsung aku isi full tangki dengan pertamax. Setelah berkendara beberapa menit mesin kembali normal, tidak ada suara mendengung meskipun digeber sampai red-line. Alhamdulillaah motorku sudah normal kembali meskipun masih klotok-klotok kalo lagi idle tapi tetap bersyukur.

Begitulah sharing saya tentang pengalaman mengisi bensin premium di motor Honda CBR150R FI CBU milik saya. Semoga bermanfaat.

Antrian Pembeli Bensin Mengular

20140825_171853Gambar 1. Pom bensin Niten di pinggir jalan Bantul antrian padat

Sudah beberapa hari ini di hampir semua pom bensin di kota Yogyakarta terlihat antrian yang cukup panjang. Bahkan ada di beberapa tempat yang sampai berjubel seperti orang demo. Hal ini tentunya merepotkan sebagian masyarakat yang setiap harinya berangkat dan pulang kerja menggunakan kendaraan pribadi dengan bahan bakar bensin, termasuk saya sendiri yang harus berangkat bekerja, kuliah dengan sepeda motor.

Dari hasil pembicaran serius dengan teman sewaktu SMP yang sekarang bekerja di BPK, hal ini diakibatkan karena jumlah subsidi BBM pada APBN Perubahan 2014 ini dikurangi dari 45 juta barel menjadi 42 juta barel sehingga Pertamina harus membatasi quota supplai bensin bersubsidi daripada jual rugi karena di satu sisi pemerintah selalu menuntut peningkatan dividen. Pengurangan subsidi BBM ini adalah langkah pahit yang diambil pemerintah karena memang APBN negara kita sangatlah berat. Hal yang masih disyukuri adalah supplai BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus tetap aman.

20140824_172348Gambar 2. My CBR150R FI

Saya sendiri seorang rider CBR150R FI yang selalu menggunakan Pertamax jika stok tidak kosong sehingga tidak terkena dampaknya secara langsung. Akan tetapi bensin sebagai sarana pengangkutan berbagai macam komoditi maka dikhawatirkan dengan naiknya harga bensin akan menaikkan biaya produksi dan harga pokok berbagai macam komoditi itu sehingga akhirnya harga-harga kebutuhan sehari-hari ikutan naik. Semoga pembatasan kuota besin ini segera berakhir sebelum harga-harga kebutuhan sehari-hari ikut-ikutan naik juga.

Sedangkan dampak lain yang positif adalah mulai terlihatnya minat masyarkat pada BBM non subsidi seperti Pertamax. Hal ini tampak dengan mulai ramainya jalur pengisian BBM pertamax di pom bensin yang biasanya sepi tanpa peminat sama sekali. Padahal dahulunya para pengguna mobil-mobil mahal pun lebih memilih antri di jalur pengisian bensin premium bersubsidi.

Konsumsi BBM Pertamax Honda CBR150R FI 43 km/liter

20140816_135849_resize

Sebagai salah satu bentuk kontrol pada motor yang kita miliki adalah menghitung konsumsi BBM per liter yang digunakan oleh motor kita. Pengujian dilakukan dengan metode yang dianggap cukup akurat yaitu metode full to full. Metode full to full dilakukan dengan cara mengisi tanki bensin hingga penuh kemudian dicatat angka pada odometer masukkan ke variabel m1, lalu setelah motor digunakan untuk harian sampai isi bensin berkurang cukup banyak lalu diisi kembali hingga tanki penuh dan catat berapa liter bensin yang masuk masukkan ke variabel n, lalu catat angka pada odometer masukkan ke variabel m2. Setelah itu konsumsi BBM motor bisa dihitung dengan rumus:

Kkonsumsi bbm = (m2-m1)/n km/liter.

20140816_135837_resize

Pada Honda CBR150R FI milik saya setelah digunakan untuk harian hingga pada trip meter mencapai angka 379,7 KM sampai akhirnya indikator bensin menunjukkan satu kotak. Kemudian agar tanki penuh kembali harus diisi dengan Pertamax sebanyak 8,7 liter.

20140816_135830_resize

Sehingga dari pengukuran di atas didapatkan konsumsi BBM per liter 379,9/8,7 = 43,64 km/liter. Sangat irit untuk motor DOHC 150 cc dengan karakter mesin overbore yang memiliki top speed tinggi.

Sekian sharing saya tentang konsumsi BBM pada Honda CBR150R FI saya, semoga bermanfaat.

Lebaran Bareng CBR150R Baru

20140815_162301_resizeLebaran 2014 ini termasuk lebaran yang paling spesial bagiku karena di lebaran kali ini aku berhasil membeli tunggangan baru yaitu sebuah Honda CBR150R FI tahun 2014. Terimakasih kepada Yamaha yang telah meluncurkan R15 sehingga AHM mau menurunkan harga produknya CBR150R FI.

Pembelian dilakukan tanggal 27 September 2014 dan langsung bawa pulang sendiri. Setelah itu langsung pasang pelindung tanki agar tidak mudah tergores, sebenarnya pingin langsung dilapisi scotlite bening di bagian tanki dan plastik belakang yg sering tergores kaki biar ga lekas kusam warna catnya tapi di hari-hari lebaran tukang scotlite libur semua jadi tertunda.

20140815_162325_resize

Paginya mumpung belum lebaran habis subuhan langsung jalan-jalan buat inreyen motor baru agar lekas tercapai 500 km pertama. Kebetulan menjelang lebaran jalur-jalur lintas propinsi macet dan padat merayap jadi jalan-jalannya lewat jalur dalam kota di daerah srandakan dan daerah dekat pantai yang masih sejuk dengan pemandangan hijau yang indah, begitulah hari-hari dihabiskan sampai H+1 lebaran dan bahkan pas lebaranpun habis sholat hari raya lanjut inreyen lagi baru siang dan sorenya silaturahmi ke tetangga dan saudara-saudara dekat. Saya percaya bahwa masa inreyen motor harus diperlakukan dengan selembut mungkin jadi pada masa inreyen ini benar-benar saya jaga agar bisa dibawah 6.000 rpm dan hanya 1-2 kali saja bisa jalan sampai 7.000 rpm dan ga pernah di atas itu.

20140815_094400_resize

Begitulah hari-hari terlewati hingga akhirnya setelah H+4 lebaran odometer si cibi dah mendekati 1.000 km dan saatnya servis perdana dan ganti oli. Pas mau pulang lihat odo meter dah lebih dari 1.000 km berarti masa inreyen dah selesai tinggal servis perdana dan ganti oli dah siap dipakai buat alat transport kuliah besok.

Tepat pada tanggal 1 Agustus 2014 si cibi dibawa ke ahass khusus yang bisa menangani servis rutin CBR150R di Yogyakarta. Saat itu odometer menunjukkan angka 1.015 km, lebih dikit dari 1.000 km karena pada masa-masa lebaran sulit banget mencari ahass yang buka. Total biaya dan ganti oli gratis karena masih servis perdana. Oli yang dimasukkan ke mesin adalah AHM SPX1 yang menurut mbak kasir ahassnya adalah oli standar untuk motor CBR150R FI. Untuk bensin yang digunakan saya selalu menggunakan Pertamax agar mesin bisa awet dan performa bisa maksimal.

Tetapi kejadian yang aneh terjadi pada saat pulang dari servis perdana yaitu munculnya suara klotok-klotok pada bagian mesin setelah suhu mesin panas (pada indikator suhu si cibi menunjukkan 3 kotak). Suara terdengar cukup keras sehingga pada saat berhenti di perempatan atau berhenti di keramaian cukup membikin jadi sedikit malu. Awalnya saya kira ini suara mesin normal tetapi setelah saya mencoba pada motor CBR150R FI lain yang normal ternyata suaranya halus. Saat ini sudah dicoba klaim ke customer care AHM, semoga segera mendapat tanggapan dan si cibi segera normal kembali suaranya.

Begitulah cerita si cibi saat inreyen sampai masa servis perdana, semoga bisa menjadi tunggangan yang bermanfaat khususnya untuk menemani saya bekerja dan kuliah.

Hati-hati Dampak Penggunaan Octan Booster Pada Mesin

octan_booster_gummy

Semakin maraknya motor dengan teknologi tinggi yang menggunakan kompresi mesin tinggi di atas 9,5:1 menyebabkannya harus mengkonsumsi BBM dengan octan di atas 88 pada BBM Premium bersubsidi. Sebagai mana diketahui bahwa rekomendasi penggunaan jenis BBM berdasarkan rasio kompresi mesinnya sebagai berikut:

No Rasio Kompresi Jenis Bensin
1 7:1 – 9:1 Premium (RON 88)
2 9:1-10:1 Pertamax (RON 92)
3 10:1-11:1 Pertamax Plus (RON 95)

Apakah yang terjadi jika mesin menggunakan jenis BBM yang tidak tidak sesuai dengan jenis rasio kompresinya? Kalau BBM yang digunakan memiliki octan terlalu rendah maka akan terjadi knocking sedangkan apabila octan terlalu tinggi maka mesin akan susah distarter. Knocking sangat berbahaya bagi mesin karena bisa merusakkan klep dan piston.

Harga dari berbagai BBM dengan octan yang di atas dari 88 yaitu Pertamax dan Pertamax Plus jauh lebih mahal sampai mendekati 2 kali lipat dari harga BBM Premium. Bagi kalangan tertentu harga segitu terlalu mahal dan ada pula yang mencari solusi lebih murah supaya bisa menabung lebih banyak.

Salah satu solusi alternatif dari BBM beroktan tinggi yang harganya relatif mahal adalah menggunakan octan booster. Octan booster adalah suatu zat yang berguna untuk meningkatkan nilai octan dari suatu BBM. Saya sendiri mulai menggunakan octan booster beberapa waktu lalu karena keseharian menggunakan sepeda motor dengan kompresi mesin 11:1. Di sini saya tidak menyebutkan merk dari octan booster yang digunakan. Dosis yang saya gunakan adalah 2 ml per 1 liter BBM premium yang menurut brosur octan boostr itu bisa menaikkan octan BBM Premium setara Pertamax Plus (beroctan 95).

Dampak yang dirasakan ketika menggunakan octan booster memang tenaga motor meningkat meskipun tidak signifikan, mungkin karena motor telah disetting pabrikan untuk bisa mengkonsumsi BBM Premium meskipun kompresi mesin 11:1. Saya telah menggunakan octan booster ini hampir selama 2 bulan dan belum merasakan dampak buruk apapun.

Suatu hari ketika saya ingin menambahkan octan booster dari botolnya saya terkaget karena melihat ada kotoran berwarna hitam mirip karet pada botol octan booster itu, seperti terlihat pada gambar di atas. Setelah saya perhatikan dari pemakaian beberapa botol, kotoran seperti karet ini muncul ketika octan booster itu berinteraksi dengan udara bebas dan semakin lama semakin banyak. Kotoran mirip karet itu sangat berbahaya khususnya untuk mesin injeksi, karena kalau masuk ke fuel pump bisa menjadikannya mampet dan memperberat kerja fuel pump sehingga cepat rusak.

Iseng-iseng browsing di internet ternyata ada pengguna motor sama dengan motor saya  yang mengalami kerusakan fuel pump dan setelah dikuras tangki bensinnya kotor banget, mirip seperti kotoran pada botol octan booster yang saya temukan ya? link blognya di sini.

fuel pump honda cb 150r macet (10)

Oleh karena itu bagi para rider yang masih menggunakan octan booster harus berhati-hati dan sering memeriksa apakah octan booster yang dia gunakan aman dan terbebas dari efek gummy ini. Lebih bagus lagi menggunakan alternatif lain selain menggunakan octan booster.

Cara lain yang menurut saya lebih aman adalah dengan mengoplos BBM Premium dengan BBM beroktan di atasnya misalnya Pertamax atau Pertamax Plus. Jadi misal 1 liter BBM Premium dicampur dengan 1 liter BBM pertamax akan menghasilkan 2 liter BBM dengan octan:

(1 * 88 + 1 * 92) / 2 = 90

Selain itu meskipun kompresi mesin tinggi tetapi kalau pabrikan kendaraan telah menyatakan aman memakai premium sebaiknya menggunakan BBM premium saja, murah meriah dan aman.

Sekian artikel dari saya semoga bermanfaat.