Antara Motor Matic dan Motor Sport

matic_vs_sport

Sebagai seorang pekerja yang setiap hari aktivitas didukung dengan kendaraan terutama roda 2 pasti punya beberapa pilihan yaitu make motor matic, motor bebek maupun motor sport.

Motor sport memiliki kelebihan di sisi bentuk yang biasanya lebih gede dan lebih gagah serta power dan torsi yang biasanya gede juga dan biasanya memiliki top speed yang tinggi. Jadi kalo kebutuhannya power atau torsi yang gede atau top speed yang tinggi maka motor sport bisa menjadi pilihan. Selain itu motor sport juga terlihat lebih gagah dan meningkatkan kepercayaan diri sebesar tergantung jenis dan kelas motor sport yang digunakan sehingga membantu menambah motivasi bekerja dan menemukan pasangan hidup. Di lain sisi kekurangan dari motor sport adalah besar dan berat sehingga ketika mau memarkir atau berkendara lambat atau stop and go di kemacetan akan sedikit melelahkan. Selain itu motor sport menggunakan kopling manual sehingga tangan kiri tidak bisa bebas karena harus memegang tuas kopling dan juga membutuhkan tenaga untuk mengoperasikan kopling motor. Kekurangan yang lain adalah sulit untuk membawa barang bawaan karena bagasi yang nyaris tidak ada tapi bisa diakali dengan memasang boks tambahan.

Di satu sisi matic menawarkan kelebihan di sisi bentuk yang lebih kecil, ringan dan praktis. Matic lebih mudah untuk membawa barang-barang bawaan karena dilengkapi dengan bagasi yang luas dan tempat menyantelkan barang bawaan.  Karena menggunakan transmisi otomatis berupa CVT maka rider tidak perlu memikirkan tentang perpindahan gigi, tinggal gas dan rem saja jadi lebih mudah dan nyaman. Salah satu contoh nyata adalah ketika membawa jas hujan bisa diletakkan di bagasi bukan di tas, bagi seorang teknisi komputer yang biasa membawa tool kit jaringan komputer dan obeng-obeng lainnya serta dvd-drive portabel maupun wadah dvd yang berisi software installer dan utilities bisa diletakkan di bagasi sehingga bisa lebih ringan tanpa membawa tas. Sedangkan kekurangan motor matic adalah pada bentuknya yang kurang gagah dan power dan torsinya yang kecil dibanding motor sport.

Kecenderungan motor bebek semakin tersingkir mungkin karena karakternya yang ditengah-tengah antara motor matic dan motor sport. Motor bebek tidak senyaman dan sepraktis motor matic dan di satu sisi tidak segagah motor sport. Kebanyakan bebek cenderung mirip motor matic yang ada sekarang tetapi masih membutuhkan perhatian untuk perpindahan gigi secara manual. Motor bebek biasanya memiliki bagasi yang lumayan luas juga dan biasanya lebih irit bensin dari motor matic. Tetapi ada varian bebek yang biasa disebut ayago atau ayam jago yang lebih cenderung ke motor sport karena bagasi yang nyaris tidak ada dan minus tempat membawa barang bawaan murni mengejar akselerasi dan kecepatan.

Dan pada akhirnya pilihan terserah pada Anda apakah memakai motor matic ataukah motor sport. Karena kebutuhan dan selera masing-masing orang berbeda. Dan yang tidak kalah penting adalah selalu menghormati sesama pengguna jalan dan keep safety dalam riding.

Sekian dan semoga artikel ini bermanfaat.

Shell HX7 10w40 API SN Sangat Cocok dengan Suzuki Skywave

20150302_090735

Setelah kemarin memiliki mainan baru motor matic skywave langsung saya coba isi dengan Shell HX7 10w40 API SN JASO MB 1 liter yang merupakan oli mobil. Tetapi karena motor matic biasanya menggunakan kopling kering maka kompatibel dengan oli ini secara spesifikasi.

shell_hx7_10w40

Feel setelah dituangkan oli ini ke mesin suzuki skywave adalah akselerasi yang semakin terasa, tarikan yang lebih halus dan bensin terasa sedikit lebih irit meskipun tetap terhitung boros untuk motor 125cc yaitu sekitar 1:33 km/liter. Entah kenapa dirasakan terjadinya panas berlebih dan suara mesin yang berisik. Hal ini sepertinya diakibatkan karena waktu menggantinya memang komponen mesin terutama bagian klep sudah aus karena usia motor yang sudah tua dan juga pemakaian filter oli yang sudah terlalu lama belum diganti jadi sirkulasi oli kurang optimal. Setelah melakukan service besar dan ganti filter oli kejadian overheating dan suara mesin berisik sudah hilang.

Perlu diketahui bahwa rekomendasi Suzuki untuk oli motor Skywave adalah oli JASO MA dengan SAE 20W50 dengan kapasitas oli 1,1 Liter dan penggantian periodik 1 Liter. Cukup aneh mengapa mesin kopling kering menggunakan spek JASO MA dan setelah saya konsultasikan dengan mekanik olinya boleh make JASO MB ataupun jASO MA.

Jadi bagi yang suka akselerasi yahud dan suzuki skywavenya lebih irit bensin tetapi mesin sedikit lebih garing suaranya knalpotnya boleh mencoba Shell HX7 SAE 10w40 API SN tapi kalo yang lebih suka knalpot gandem namun lebih boros dan akelerasi berat silahkan kembali ke oli SGO 4T 20W50.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat.

Menguji Performa Top Speed Suzuki Skywave 2008

20150302_090721

Pagi ini saya mencoba memakai Yamalube Carbon Cleaner seharga Rp 25.000 pada motor Skywave 2008. Setelah diisi bensin ron88 full tank sekitar 5 liter dan dicampur dengan Yamalube Carbon Cleaner maka saatnya menggeber si motor matic dengan full throttle.

Karena mendapati jalanan yang halus dan lurus dan lumayan sepi sehingga mendukung utuk pengujian performa jadi sekalian saja saya ukur dengan aplikasi SpeedView yang memanfaatkan GPS di ponsel Android untuk mengetahui kecepatan real berdasarkan GPS dan membuat log catatannya. Mengingat ini adalah motor matic 125 cc yang masih standar jadi top speed tidak akan tinggi-tinggi banget jadi agak santai mengujinya. Berat barat rider 95 kg ditambah tas membawa laptop dan alat-alat dengan berat sekitar 4 kg jadi berat beban pengendara diasumsikan 99 kg. Bensin di tangki masih lumayan full sekitar 4,5 liter. Trek lurus yang dilewati sekitar 3 km.

Setelah mempersiapkan aplikasi SpeedView lalu mulai nyalakan mesin dan gas pol. Setelah berjalan beberapa menit dan jalur trek lurus habis segera berhenti dan sempat melihat pada speedo motor matic mencapai 103 km/jam. Agak kaget juga kok cuma segitu padahal di web ada yang pernah mencoba sampai 115 km/jam. Setelah itu melihat log di aplikasi SpeedView.

Screenshot_2015-03-02-09-29-53

Dan ternyata tercatat kecepatan maksimum berdasarkan GPS adalah 96 km/jam. Wah sangat akurat berarti deviasi Speedo Meter dengan GPS hanya 4% saja. Yah lumayalah untuk ukuran motor tua usia 5 tahun lebih.

Sekian artikel tentang uji performa motor matic Susuki Sky Wave 2008 ini, semoga bermanfaat.

Membeli Motor Matic Second Suzuki Skywave 2008

20150302_090735

Ditengah hingar bingar peluncuran motor matic terbaru dari 2 pabrikan motor terbesar di tanah air yaitu Honda dan Yamaha. Sehingga terbersit keinginan untuk membeli sebuah motor matic baru tetapi karena akhir-akhir ini kondisi keamanan di negeri ini sedang kurang mendukung dengan banyaknya kasus pembegalan yang terjadi. Sehingga lebih memilih motor matic second sehingga tidak terlalu memancing para penjahat untuk merampas motor itu.

Setelah searching-searching di website OLX akhirnya menemukan beberapa kandidat yang menurut saya dilihat dari foto-fotonya cukup meyakinkan, diantaranya adalah sebuah Skywave 2008 yang ditawarkan seharga Rp 7.200.000. Setelah paginya menghubungi seller dan barang masih ada lalu siangnya janjian untuk cek kondisi fisik motor dan mencoba menggoyang harganya.. heheh

Sampai sana ketemu sellernya seorang Bapak yang sangat ramah. Sangat senang karena diperbolehkan untuk melakukan test ride motornya. Hal pertama-tama yang saya perhatikan adalah mengecek bagian fisik dan rangka yang masih lumayan cuma ditemukan beberapa goresan wajar. Kemudian coba nyalakan mesin dan agak sulit menyala tapi setelah menyala masih terdengar lumayan halus. Saya coba menawar harganya dan di Bapak selernya dan bilang netnya Rp 6.500.000. Alhamdulillaah bisa hemat Rp 700.000.. heheh. Setelah itu coba dipakai jalan beberapa ratus meter dan terdengar bunyi getar yg ternyata berasal dari spion dan selainnya lumayan normal. Dan akhirnya setelah melihat dokumen surat menyurat motor yang lengkap, saya deal beli motornya.

Sampai rumah dicek dan dibersihkan dan buru-buru ganti handle rem kiri dan karet stang, dua-duanya 2xRp 20.000. Sekalian ganti oli transmisi dengan Yamalube 100 ml seharga Rp 24.000 dan oli mesin dengan Shell HX7 10w40 1 liter API SN eharga Rp 76.000. Karena ini motor matic dengan kopling kering jadi olinya tidak harus memiliki spesifikasi JASO MA. Lumayan kaget karena ternyata ring baud tap oli tidak ada, sama mas bengkel mau dikasih selotip semen tapi saya bilang ga usah biarin aja mas. Kemudian setelah itu dibawa pulang dan sampai rumah dari baud tap oli ada bocor dikit, haduh pusing dan panik tapi tenang ada teman SD dan SMP dulu yang sekarang menjadi kepala mekanik bengkel resmi suzuki di daerah Ambarukmo Yogyakarta. Setelah ngobrol2 lewat WA dengan teman saya itu ternyata partnya ada di bengkel resmi suzuki.

20150220_095805

Kemudian pagi harinya segera servis karbu dan CVT sekalian ganti ring baud tap oli di bengkel resmi suzuki di daerah Klodran Bantul. Pada saat servis karbu dan CVT ada beberapa part yang diganti dan diberi paslin baru dibagian CVT karena telah kering. Ternyata baud ring tap oli bisa diganti dengan ring busi dan setelah dicoba beres ga bocor lagi olinya dan oli Shell HX7 yang baru diganti kemarin sore masih bisa dipake lagi, trims bengkel suzuki. Total servis dan ganti beberapa part termasuk ring busi habis Rp 86.000. Lumayan murah banget karena terbiasa servis Honda CBR150R sekali servis tanpa ganti alat saja Rp 90.000.. heheh

20150302_112127

Setelah bagian mesin dan CVT sudah beres dan oli tinggal peremajaan si karet bundar alias ban yang merupakan salah satu part yang sangat vital karena kalau bocor mau kendaraan semahal apa tetap harus didorong sehingga baik untuk mengurangi berat badan. Untuk mengganti ban saya pergi ke daerah pasar onderdil di pasar klitikan pleret bantul. Ternyata agak sulit ganti ban skywave yang ring 16. Tapi di salah satu toko tersedia dengan ukuran standar dan tubeless merek Zeneos. Total ban depan belakang dan ongkos pemasangan habis Rp 305.000.

20150218_174016

Akhirnya beres sudah dan siap untuk digunakan untuk berpetualang dan membantu aktivitas sehari-hari juga bisa. Setelah ini akan diuji performanya semoga bisa dishare di next artikel.

Rumor Terbaru Tentang Vixion DOHC

yamaha_nvl_white_redPertama kali dengar tentang rumor Yamaha Vixion dengan mesin DOHC di grup fb saya langsung terkaget-kaget, karena ini benar-benar berita yang sungguh ajaib. Kemudian saya mulai browsing-browsing di internet karena rasa penasaran saya.

Penelusuran pun berlanjut dan ternyata sumbernya adalah salah satu blog. Kemudian dari sumber blog ini menyebar ke blog-blog yang lain. Dan ternyata sudah ada bocoran ukuran bore dan panjang stroke yaitu 60 mm x 53 mm. Hal ini memang sangat masuk akal sekali karena pabrikan Yamaha tidak akan tinggal diam ketika produk andalannya mendapatkan tantangan dari produk kompetitor yang semakin canggih juga sehingga mereka melakukan riset tentang kemungkinan mesin baru bagi Yamaha Vixion dan R15. Sebagian besar masyarakat umum beranggapan bahwa mesin DOHC itu lebih canggih dan superior dari mesin SOHC karena biasanya horse power lebih tinggi sehingga top speed lebih tinggi pula sehingga kemungkinan bisa membantu pemasaran.

Tetapi para fans Yamaha pada umumnya dan fans motor vixion dan R15 pada khususnya percaya bahwa untuk motor dengan kubikasi 150cc ke bawah antara SOHC dan DOHC dengan jumlah klep sama-sama 4 buah secara performa sama saja hal ini juga sudah ditunjukkan di berbagai arena balap motor baik di IRS maupun Indoprix kelas 150cc yang mana motor NVL maupun R15 yang menggunakan mesin SOHC overstroke masih bisa bersaing dan bahkan kadang mengalahkan motor lawan yang menggunakan mesin DOHC overbore. Selain itu mesin SOHC overstroke juga memiliki kelebihan dibanding mesin DOHC overbore yaitu lebih irit bensin.

Jika Yamaha Vixion menjadi DOHC overbore maka bisa dipastikan konsumsi bensin akan semakin boros meskipun maksimum horse power akan meningkat. Bagi pengguna motor 150cc yang biasanya dipake buat harian konsumsi bensin kadang menjadi prioritas pertama sehingga ketika Yamaha Vixion berubah menjadi lebih boros bisa malah menurun penjualannya.

r15-blackMenurut saya yang lebih ideal diupgrade mesinnya menjadi DOHC overbore adalah Yamaha R15 karena memang habitatnya adalah di sirkuit sehingga horse power yang besar dan top speed yang tinggi sangat dibutuhkan dan telah ditunjang dengan body yang ringan dan aero dinamika yang sangat bagus. Tetapi tentu akan membuat mesinnya tidak common part dengan keluarga vixion series dan mx series. Common part memungkinkan biaya produksi yang lebih murah sehingga ketika tidak menggunakan common part maka biaya produksi akan menjadi lebih mahal sehingga harga motornya pun akan menjadi semakin mahal pula terlepas mesin DOHC memang partnya lebih banyak sehingga biaya produksi pasti semakin mahal.

Menurut saya pribadi riset internal di Yamaha untuk mesin DOHC 150cc sangat mungkin tetapi kalau menggantikan mesin Yamaha Vixion dan R15 dalam jangka waktu dekat sangat tidak mungkin dan bahkan sampai kapanpun masih belum terlihat.

Review Oli di Honda CBR150R FI

oli_motor

Alhamdulillaah, hari ini sudah selesai jadwal ujian kuliah dan menyempatkan menulis artikel atau curhat di blog ini lagi. Akhir-akhir ini saya sering mendapati banyak postingan di beberapa group facebook yang mengalami keluhan pada motor yang bisa jadi karena penggunaan oli yang kurang baik khususnya pada motor Honda CBR150R FI.

Honda CBR150R FI memiliki kapasitas oli 1,0 liter pada penggantian periodik jadi jangan sampai diisi hanya 0,8 liter karena mesin akan kekurangan oli sehingga mudah overheat dan paling parah bisa merusakkan mesin kalo oli sampai kurang dari batas minimumnya. Spesifikasi oli menurut buku panduan adalah JASO MA/MA2, API SJ/SL/SM/SN dan SAE 10w30 s.d 10w40.

Kalau motor CBR150R FI Anda sering digeber di rpm tinggi di atas 9.000 rpm kemungkinan mesin akan menjadi sangat panas dan oli akan lebih cepat menguap sehingga sebaiknya penggantian oli jangan sampai lebih dari 1.500 km, paling tidak setelah melewati 1.500 km periksalah setiap 500 km ketinggian oli mesin jangan sampai di bawah tanda minimal pada dipstik.

dipstikCara memeriksa oli dengan dipstik sangat mudah, dan hanya membutuhkan tang penjepit untuk membuka penutup oli dan tisu saja:

  1. Gunakan tang untung membuka penutup oli, sebaiknya dilapisi dengan kertas atau kain.
  2. Keringkan penutup oli, lihatlah di bagian bawahnya ada semacam garis-garis, garis paling atas adalah batas max ketinggian oli dan garis paling bawah adalah batas min oli.
  3. Pasang kembali penutup oli dan putar sampai batas paling bawah tapi jangan sampai dikencangkan, kemudian lepas lagi pelan-pelan dan ukur ketinggian oli.
  4. Kalau ketinggian oli sudah hampir mencapai batas min segeralah ganti oli Anda.

Selain itu untuk mengetahui kalau oli sudah saatnya ganti bisa dirasakan saat dikendarai motor biasanya kopling akan terasa keras padahal settingan kopling sudah sesuai dan kadang juga mesin terasa kasar dan mudah overheat padahal normalnya tidak.

Untuk sekedar referensi saja pengalaman pemakaian oli pada Honda CBR150R saya:

  1. AHM MPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Saya pernah menggunakan oli ini sekali dan sepertinya oli yang pertama dituangkan saat motor turun dari diler adalah oli ini, harga per botol 48.000/liter, penilaian dari oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: kadang terjadi endut-endutan.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  2. AHM SPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Ini adalah oli standar untuk Honda CBR, harga Rp 50.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus tapi setelah 1.000 km terasa agak berat.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.000 km.
  3. Motul 5100 ( JASO MA2, API SM, SAE 10w40)
    Oli mahal buatan motul seharga Rp 130.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: sedang.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  4. Castrol Power 1 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Castrol seharga Rp 59.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: keras dan bunyinya nyaring.
    – Kopling: lancar jaya (kadang terjadi endut-endutan ternyata karena waktu mengganti oli sebelumnya kurang bersih jadi tercampur).
    – Daya tahan: belum dicoba sampe limit.
  5. Kawasaki 4T Ultimate (JASO MA, API SL, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Kawasaki, bisa didapatkan dengan harga Rp 90.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.000 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  6. Yamalube Super Sport (JASO MA, API SM, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Yamaha, harga Rp 70.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  7. Shell AX7 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Shell dengan harga yang rasional yaitu Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.500 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  8. Enduro 4T Racing (JASO MA2, API SJ, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari pertamina dengan harga murah tapi performa cukup bagus, harga Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  9. Enduro 4T Sport (JASO MA, API SL, SAE 5w30)
    Oli full sintetik dengan base oil PAO+Ester dari pertamina dengan performa dan perlindungan mesin yang sangat bagus, harga Rp 159.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas tapi terjaga karena full sintetik.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit tapi melihat base oil seharusnya daya tahan sangat panjang.

Dari beberapa oli yang sudah saya coba di motor Honda CBR150R FI saya rekomendasi jatuh pada: Peramina Enduro 4T Sport, Motul 5100 10w40Yamalube Super Sport, Pertamina Enduro 4T Racing, Shell AX7 dan AHM SPX-1.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat. Salam DOHC..

Perbedaan Biaya Perawatan Sepeda Motor Supra X 125, CB150R dan CBR150R

20140824_172348Sebagai salah seorang rider yang dulunya menggunakan Supra X 125 R selama lebih dari 4 tahun kemudian upgrade ke CB150R dan terakhir ke CBR150R dan kesemuanya digunakan untuk motor sehari-hari ternyata ada perbedaan dalam hal biaya perawatan dan pemakaian sepeda motor ini.

Di dalam analisa perhitungan perbandingan biaya perawatan dan pemakaian antar beberapa produk motor ini diasumsikan dengan KM yang ditempuh per bulan 2.500 km.

Tabel Perbandingan konsumsi BBM sepeda motor:
Total KM dalam sebulan: 2500
Supra X 125 R CB150R CBR150R
Konsumsi BBM: 50 37 40
Harga BBM: Rp             8.500 Rp             8.500 Rp           10.600
Interval Oli: 2000 1500 1500
Harga Oli: Rp           27.500 Rp           48.000 Rp           48.000
Interval Servis: 2000 4000 4000
Harga Servis: Rp           31.000 Rp           65.000 Rp           90.000
Pajak Kendaraan: Rp           20.833 Rp           33.000 Rp           54.583
Biaya Oli: Rp           34.375 Rp           80.000 Rp           80.000
Biaya BBM: Rp         425.000 Rp         574.324 Rp         662.500
Biaya Servis: Rp           38.750 Rp           40.625 Rp           56.250
Total Biaya: Rp         518.958 Rp         727.949 Rp         853.333
Selisih bensin dlm sebulan: Rp         149.324 Rp         237.500
Selisih bensin dlm 2 tahun: Rp     3.583.776 Rp     5.700.000
Selisih biaya dlm sebulan: Rp         208.991 Rp         334.375
Selisih biaya dlm 2 tahun: Rp     5.015.784 Rp     8.025.000

Khusus untuk Honda CBR150R menggunakan harga bbm Pertamax terakhir sedangkan Honda CB150R dan Honda Supra X 125 R menggunakan harga bbm Premium bersubsidi karena memang motor ini dirancang khusus untuk Pertamax dan ketika meminum bensin jenis RON 88 mesin akan menjadi kasar. Untuk oli Supra X 125 R memilih oli Federal Ultratec 20w50 yang direkomendasikan pabrikan, sedangkan untuk CB150R dan CBR150R menggunakan oli Enduro 4T Racing yang harganya sedang.

oli_motor

Dari sini terlihat bahwa perbedaan biaya perawatan antara Honda SupraX 125 R  dan Honda CB150R hanya berbeda Rp 208.991 dan itupun sebagian besarnya dari selisih biaya bensin karena memang SupraX 125 R lebih irit sedangkan sisanya Rp 62.792 dari pajak dan ganti oli. Sedangkan untuk Honda CBR150R perbedaan agak mencolok sebesar Rp 334.375 yang sebagian besar juga dari selisih biaya bensin yaitu Rp 237.500 dan sisanya dari biaya pajak dan ganti oli sebesar Rp 96.875.

Semua perhitungan tadi sebenarnya masih belum ditambah pergantian barang-barang fast moving maupun slow moving part yang selisih harganya lumayan besar juga. Sehingga ketika Anda ingin mengupgrade tunggangan dari SupraX 125 R ke CBR150R harus memiliki persiapan perubahan biaya perawatan dan pemakaian juga.

Sekian sharing ini semoga bermanfaat.