Arsip Tag: honda

Suka Dan Duka 3 Tahun (42.825 km) Bersama Honda CBR150R built-up

CBR150R_3_TAHUN

Diantara godaan dan serbuan dari beraneka model motor sport baru baik yang 150 cc maupun yang 250 cc tetapi sampai saat ini masih tetap bertahan dengan Honda CBR 150R FI. Alasan utamanya mungkin karena motor ini setelah menempuh 42.825 km dan dipakai selama 3 tahun masih tetap yang paling nyaman dan asyik untuk dipakai harian dan konsumsi bensinnya termasuk sangat irit biasa 40-45 km/liter pertamax untuk harian.

Banyak motor sport berfairing model baru dengan kubikasi 150 cc tetapi belum ada yang sreg dengan hati, entah itu yang bentuk body terlalu kecil utk ukuran saya maupun yang posisi ridingnya terlalu racy jadi khawatir pegal kalau lagi mau perjalanan jauh. Ditambah dengan perbedaan power mesin yang tidak terlalu signifikan membuat opsi untuk upgrade menjadi tidak ada.

Kemudian godaan motor sport berfairing 250 cc juga banyak tetapi juga belum ada yang sreg, ada yang karena model stang under yoke yg terlalu nunduk, ada juga yang jok boncengan yang kecil dan pendek sehingga menyulitkan saat mau berboncengan dengan istri tercinta. Selain itu konsumsi bensin yang berkisar 20-30 km/liter pertamax masih terbentur dengan daya beli.

Sekarang tentang suka-suka dengan Honda CBR150R ini setelah pemakaian selama 3 tahun adalah:

  1. Motor ini memiliki desain yang gagah dan elegan sehingga tanpa modif sana-sini pun sebetulnya sudah gagah dan sedap dipandang mata tidak terlalu kekecilan dan tidak terlalu kegedean untuk saya.
  2. Riding position yang nyaman dan tidak terlalu menunduk sehingga enak dikendarai. Pernah dibawa dari bantul sampai ke purbolinggo non stop hanya berhenti bbrp menit untuk sholat saja dan ternyata badan tidak terasa pegal.
  3. Mesin 150 cc dengan kompresi 11:1 dan memiliki peak power 17,8 PS pada 11.000 rpm bisa menggapai top speed 140 km/jam on speedometer dengan cukup mudah.
  4. Kelebihan lainnya adalah getaran mesin yang sangat halus sehingga nyaman dikendarai.
  5. Mesin dengan limiter yang lumayan tinggi di 12.000 rpm membuatnya sangat asyik dikendarai pada rentang rpm 7.000 ke atas dan suara mesin dan knalpotnya sangat sporty memacu adrenaline dan memompa semangat.
  6. Dengan konsumsi bensin 40-45 km/liter masih sangat nyaman di kantong saya buat harian.
  7. Susunan material body, rangka dan mesin yang bagus sehingga awet asalkan dirawat dengan benar.
  8. Tidak terlalu khawatir dengan sparepart karena banyak substitusinya misalnya:
    – seal shock kompatibel dengan honda tiger.
    – kampas rem depan kompatibel dengan honda new mega pro.
    – komstir kompatibel dengan honda new mega pro.

Sedangkan duka dengan Honda CBR150R ini selama pemakaian 3 tahun adalah:

  1. Tarikan awal motor yang lemah karena tenaga mesin pada rpm rendah lumayan kecil sehingga untuk stop and go agak kedodoran. Hal ini bisa diatasi dengan mengganti gear belakang dari 43 mata ke 44 mata sehingga akselerasi lebih ringan dan enak dipakai stop and go dalam kota. Karena memiliki limiter tinggi sehingga top speed teoritis motor cuma berkurang dari 162 km/jam ke 159 km/jam yang secara kenyataan tidak akan tercapai karena secara riil motor sudah agak berat utk berlari di atas 147 km/jam dalam keadaan standar.
  2. Desain motor yang sport dan minimalist demi mengurangi bobot motor sehingga sulit untuk membawa barang-barang bahkan membawa jas hujan pun harus dimasukkan ke tas karena bagasi sangat kecil dan hanya muat untuk tool kit, mungkin bisa diatasi dengan tank bag untuk menambah daya muat barang-barang.
  3. Sangat cocok dengan oli motor yang encer yang cenderung harganya agak mahal meskipun sesuai dengan performa motor yang bagus.
  4. Menggunakan AHO sehingga lampu depan cepat rusak.
  5. Mungkin karena bobot motor yang berat sehingga bos roda belakang gotrinya cepat pecah dan seal shock depan bocor karena terlalu lama distandar samping. Sudah mengalami 2 kali ganti bos roda belakang dan seal shock depan karena terlalu lama distandar samping (hampir 2 minggu), solusinya kalau ditinggal cukup lama selalu gunakan paddock agar beban motor tidak ditahan oleh bos roda belakang sebelah kiri dan seal shock depan kiri tidak tertekuk banget sehingga mengalami tekanan tinggi terlalu lama.
  6. Pajak motor ini lumayan mahal mungkin karena status built up yaitu sekitar Rp 650.000/tahun sedangkan Honda CBR150R FI versi lokal sekitar Rp 450.000/tahun.

Beberapa spare part Honda CBR150R FI yang telah diganti selama pemakaian 3 tahun:

  1. Camshaft set ganti sekali, part ini sebetulnya termasuk slow moving part yang sangat jarang diganti tetapi karena mengalami cacat produksi sehingga mengakibatkan bunyi klotok-klotok dan diganti secara gratis oleh AHM dan suara mesin klotok-klotok pun lenyap.
  2. Seal shock depan sebelah kiri ganti 2 kali karena terlalu lama distandar samping.
  3. Bos roda belakang ganti 2 kali juga karena terlalu lama distandar samping.
  4. Komstir ganti sekali karena sering lewat jalan berlubang di jalan deandles.
  5. Oil Seal dan Mechanical Seal diganti sekali karena oli mesin keluar sangat deras lewat selang hawa motor.
  6. Kampas rem depan ganti sekali karena sudah aus.
  7. Lampu depan ganti 2 kali karena aus.
  8. Busi ganti 2 kali karena aus.
  9. Cop busi ganti sekali karena kesalahan saat penggantian busi sehingga sobek dan mbrebet karena kemasukan air radiator yang bocor sebelum radiator diganti.
  10. Filter udara ganti 2 kali karena sudah sangat kotor terakhir ganti dengan merk aftermarket Ferrox supaya bisa dibersihkan dan tidak perlu beli filter udara lagi.
  11. Handle kopling dan rem ganti 1 kali karena aus dan saat rpm tinggi bunyi ngikrik, diganti dengan handle kopling dan rem variasi warna emas sehingga dapat bonus tambah cakep.
  12. Kaca spion ganti sekali karena kesalahan pribadi saat memasang diberikan lem alteco sehingga malah tidak bisa dilepas.
  13. Roda depan dan belakang ganti sekali karena sudah aus.
  14. Radiator ganti sekali karena bocor karena kesalahan pribadi merapikan kisi-kisi dengan obeng yang malah melubangi radiator.
  15. Rantai motor ganti sekali karena kendor karena terlalu lama tidak diolesi oli rantai, diganti dengan rantai OEM Suzuki Satria Fu 150 dan sudah setahun lebih blm diganti mungkin karena lebih bagus dari rantai orinya atau karena rajin diolesi dengan oli gear matic dengan SAE 90 yang lebih kental sehingga lebih bisa melindungi rantainya atau karena sekarang sudah lebih jarang dipakai motornya.

Oli mesin yang sering digunakan:

  1. AHM SPX 1 SAE 10w-30
  2. Yamalube Super Sport SAE 10w-40
  3. Peramina Enduro Sport SAE 5w-30
  4. Motul 5100 SAE 10w-40

RESTO_BUKIT_SERIBU_BINTANG

Selama 3 tahun pemakaian telah menempuh jarak 42.825 km dan telah mengalami banyak petualangan menjelajahi pulau Jawa baik dalam rangka mengantarkan saya bekerja maupun touring untuk sekedar rekreasi.

Selain itu juga mengalami perjuangan dan kerusakan yang sebagian besar diakibatkan oleh kesalahan dalam perawatan karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman saya. Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah akhirnya semua problem bisa tersolusikan dan mendapatkan ilmu yang baru sehingga motor tetap seperti baru, nyaman dipakai dan performanya tidak berkurang.

Sekian sharing tentang pengalaman 3 tahun bersama  Honda CBR150R FI CBU semoga bermanfaat.

Iklan

Alasan Memilih Honda Sonic 150

honda-sonic-150-teaser9

Beberapa hari terakhir baik blog maupun media mainstream lainnya dibombardir pemberitaan tentang motor model ayam jago terbaru dari Honda (AHM) yang diberi nama Honda Sonic 150 yang akan dilaunching dalam beberapa minggu ke depan. Sebagaimana jenis motor ayago adalah mengedepankan bentuk yang imut, ramping dan ringan sehingga lincah dan mengejar kecepatan, demikian juga dengan Honda Sonic 150.

Pada sisi mesin Honda Sonic 150 menggunakan basis mesin DOHC single cylinder dari Honda CBR150R yang mengalami beberapa upgrade signifikan di antaranya penggunakan fork roller cam seperti pada mesin Honda CBR250R dan dimensi bore x stroke yang hampir sama atau square yaitu 57,3 mm x 57,8 mm sehingga menghasilkan ukuran ruang bakar 149,16 cc. Penggunaan fork roller cam membantu mengurangi gesekan pada camshaft sehingga camshaft akan lebih awet dan mesin lebih efisien. Sedangkan stroke yang lebih panjang 57,8 mm dari 47,2 mm pada CBR150R membantu memperoleh torsi dan power maksimum dari rpm rendah sampai ke menenengah sehingga membantu akselerasi dan menghemat pemakaian bahan bakar.

Suzuki Satria FU 150:
Peak Power: 16 PS / 9.500 rpm, Peak Torque: 12,45 Nm/8.500 rpm

Jupiter MX King:
Peak Power: 15,5 PS / 8500 rpm, Peak Torque: 13,8 Nm/7.000 rpm

Sonic 150:
Peak Power: 15,64 PS / 9.000 rpm, Peak Torque: 13,5 Nm/7.500 rpm

Kalau melihat pasar yang ada maka Honda Sonic 150 akan berhadapan head to head dengan Suzuki Satria FU 150 dan Yamaha MX King. Dibandingkan dengan Suzuki Satria FU 150 maka Sonic 150 kalah pada peak power tetapi unggul pada peak torsi, sedangkan dibandingkan dengan Yamaha MX King maka Sonic 150 lebih unggul sedikit pada peak power tetapi kalah sedikit pada peak torsi. Jika dilihat di atas kertas dan menganggap gear ratio yang digunakan sama-sama optimal maka kemungkinan Sedangkan Sonic 150 memiliki akselerasi yang sangat bagus tetapi masih kalah sedikit dibawah Yamaha MX King tetapi semakin tinggi kecepatan maka akselerasi Sonic 150 akan lebih cepat dari Yamaha MX King dan pada akhirnya Suzuki Satria FU akan mengalahkan semuanya pada kecepatan maksimalnya.

Bagaimana dengan konsumsi BBM, kalau melihat dimensi bore x stroke yang square maka konsumsi BBM Sonic 150 akan mendekati keiritan Yamaha MX King dan bahkan bisa lebih irit karena ukuran ban yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan dan sama-sama menggunakan fuel injection sedangkan Suzuki Satria FU akan lebih boros karena mesin overbore dan masih karburator.

Sedangkan untuk fitur-fitur yang tidak kalah penting, Sonic 150 dan Yamaha MX King sudah dilengkapi dengan radiator yang lebih bagus dalam mengendalikan suhu mesin dibanding oil cooler sedangkan Satria FU 150 masih menggunakan oil cooler. Kemudian dibidang shock breaker depan baik Sonic 150 dan Satria FU 150 maupun Yamaha MX King menggunakan teleskopis, sedangkan shock breaker belakang Sonic 150 sudah menggunakan monoshock dengan Pro Link sedangkan Yamaha MX King dan Satria FU 150 masih menggunakan monoshock tanpa link. Sehingga dibidang shock breaker Honda Sonic 150 paling unggul dibandingkan kompetitornya.

Kesimpulannya adalah alasan memilih Honda Sonic 150 karena:

  1. Memiliki mesin baru yang canggih, irit, berperforma tinggi.
  2. Body imut, ramping dan ringan.
  3. Lincah karena akselerasi sangat bagus dari kecepatan bawah sampai atas.
  4. Dilengkapi dengan radiator cooler sehingga lebih bagus dalam mengendalikan suhu mesin.
  5. Dilengkapi dengan shock breaker belakang monoschok dengan Pro-Link.

Demikianlah ulasan singkat tentang alasan mengapa memilih Honda Sonic 150, semoga bermanfaat, kalo ada salah mohon dikoreksi.

Review Oli di Honda CBR150R FI

oli_motor

Alhamdulillaah, hari ini sudah selesai jadwal ujian kuliah dan menyempatkan menulis artikel atau curhat di blog ini lagi. Akhir-akhir ini saya sering mendapati banyak postingan di beberapa group facebook yang mengalami keluhan pada motor yang bisa jadi karena penggunaan oli yang kurang baik khususnya pada motor Honda CBR150R FI.

Honda CBR150R FI memiliki kapasitas oli 1,0 liter pada penggantian periodik jadi jangan sampai diisi hanya 0,8 liter karena mesin akan kekurangan oli sehingga mudah overheat dan paling parah bisa merusakkan mesin kalo oli sampai kurang dari batas minimumnya. Spesifikasi oli menurut buku panduan adalah JASO MA/MA2, API SJ/SL/SM/SN dan SAE 10w30 s.d 10w40.

Kalau motor CBR150R FI Anda sering digeber di rpm tinggi di atas 9.000 rpm kemungkinan mesin akan menjadi sangat panas dan oli akan lebih cepat menguap sehingga sebaiknya penggantian oli jangan sampai lebih dari 1.500 km, paling tidak setelah melewati 1.500 km periksalah setiap 500 km ketinggian oli mesin jangan sampai di bawah tanda minimal pada dipstik.

dipstikCara memeriksa oli dengan dipstik sangat mudah, dan hanya membutuhkan tang penjepit untuk membuka penutup oli dan tisu saja:

  1. Gunakan tang untung membuka penutup oli, sebaiknya dilapisi dengan kertas atau kain.
  2. Keringkan penutup oli, lihatlah di bagian bawahnya ada semacam garis-garis, garis paling atas adalah batas max ketinggian oli dan garis paling bawah adalah batas min oli.
  3. Pasang kembali penutup oli dan putar sampai batas paling bawah tapi jangan sampai dikencangkan, kemudian lepas lagi pelan-pelan dan ukur ketinggian oli.
  4. Kalau ketinggian oli sudah hampir mencapai batas min segeralah ganti oli Anda.

Selain itu untuk mengetahui kalau oli sudah saatnya ganti bisa dirasakan saat dikendarai motor biasanya kopling akan terasa keras padahal settingan kopling sudah sesuai dan kadang juga mesin terasa kasar dan mudah overheat padahal normalnya tidak.

Untuk sekedar referensi saja pengalaman pemakaian oli pada Honda CBR150R saya:

  1. AHM MPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Saya pernah menggunakan oli ini sekali dan sepertinya oli yang pertama dituangkan saat motor turun dari diler adalah oli ini, harga per botol 48.000/liter, penilaian dari oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: kadang terjadi endut-endutan.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  2. AHM SPX-1 (JASO MA, API SJ, SAE 10w30)
    Ini adalah oli standar untuk Honda CBR, harga Rp 50.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus tapi setelah 1.000 km terasa agak berat.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.000 km.
  3. Motul 5100 ( JASO MA2, API SM, SAE 10w40)
    Oli mahal buatan motul seharga Rp 130.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: sedang.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  4. Castrol Power 1 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Castrol seharga Rp 59.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sedang.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: keras dan bunyinya nyaring.
    – Kopling: lancar jaya (kadang terjadi endut-endutan ternyata karena waktu mengganti oli sebelumnya kurang bersih jadi tercampur).
    – Daya tahan: belum dicoba sampe limit.
  5. Kawasaki 4T Ultimate (JASO MA, API SL, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Kawasaki, bisa didapatkan dengan harga Rp 90.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.000 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit.
  6. Yamalube Super Sport (JASO MA, API SM, SAE 10w40)
    Oli full sintetik dari Yamaha, harga Rp 70.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: sekitar 2.500 km.
  7. Shell AX7 (JASO MA2, API SL, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari Shell dengan harga yang rasional yaitu Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: sangat nyaman, tapi setelah 1.500 km mulai terasa agak keras.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  8. Enduro 4T Racing (JASO MA2, API SJ, SAE 10w40)
    Oli semi sintetik dari pertamina dengan harga murah tapi performa cukup bagus, harga Rp 47.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas.
    – Persneling: nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: 2.000 km.
  9. Enduro 4T Sport (JASO MA, API SL, SAE 5w30)
    Oli full sintetik dengan base oil PAO+Ester dari pertamina dengan performa dan perlindungan mesin yang sangat bagus, harga Rp 159.000/liter, penilaian oli ini:
    – Akselerasi: sangat bagus.
    – Suhu mesin: relatif panas tapi terjaga karena full sintetik.
    – Persneling: sangat nyaman.
    – Kopling: lancar jaya.
    – Daya tahan: belum dicoba sampai limit tapi melihat base oil seharusnya daya tahan sangat panjang.

Dari beberapa oli yang sudah saya coba di motor Honda CBR150R FI saya rekomendasi jatuh pada: Peramina Enduro 4T Sport, Motul 5100 10w40Yamalube Super Sport, Pertamina Enduro 4T Racing, Shell AX7 dan AHM SPX-1.

Sekian artikel ini semoga bermanfaat. Salam DOHC..

Klaim Honda CBR150R Klotok-Klotok Sebulan Tidak Ada Kabar

Setelah menunggu, menunggu dan menunggu akhirnya sampai sudah sebulan semenjak motor CBR150R saya diperiksa di Ahass Astra Jombor dan setelah diperiksa terindikasi bunyi klotok-klotok dari bagian mesin karena kelonggaran camshaft yang melebihi toleransi sehingga diklaimkan camshaft dan tinggal menunggu untuk dipasangkan. Perlu diketahui bahwa munculnya bunyi klotok-klotok pada mesin yang cukup keras dan mengganggu terjadi pada saat umur motor Honda CBR150R FI tahun 2014 milik saya belum berusia 1 bulan, bensin selalu pertamax dan oli selalu menggunakan oli bawaan dari pabrik.

email_ke_customer_rahasia

Tetapi setelah menunggu sebulan lebih ternyata tidak ada kabar akan kapan camshaftnya datang dan penggantiannya untuk memperbaiki motor Honda CBR150R FI saya yang setiap hari semakin keras bunyi klotok-klotoknya. Sebagai konsumen terus terang saya agak frustasi dalam menyelesaikan permasalahan ini.

20140815_162301_resizePernah terfikirkan untuk memperbaiki motor saya di bengkel yang berpengalaman dalam memperbaiki motor Honda CBR meskipun dengan biaya yang mahal, karena khawatir terjadi kerusakan pada bagian mesin yang lain. Tetapi kalo melakukan perbaikan ke bengkel di luar bengkel honda tentu saja garansi motor yang masih hampir penuh 3 tahun akan hilang seketika. Sehingga akhirnya saya tetap memilih untuk menunggu garansi perbaikan yang dilakukan oleh bengkel resmi Honda.

klaim_buku_servisSatu-satunya harapan saya adalah agar Honda CBR150R FI saya menjadi normal seperti unit motor Honda CBR150R yang lainnya, karena saya telah membayar lunas secara tunai pembelian unit motor dan pemakaian unit motor sudah sesuai petunjuk pada buku manual pabrikan baik itu oli yang digunakan, bahan bakar dan servis rutin yang selalu dilakukan tepat waktu.

Bagi yang meragukan postingan saya ini boleh memeriksa unit kendaraan secara langsung dan juga nota jual-beli, buku servis, bahkan saya sempat merekam video pada saat proses pemeriksaan unit motor di Ahassnya.

Merawat Honda CBR150R Dengan Hemat

20140824_172348Judul artikel ini mungkin bagi sebagian orang terasa menurunkan gengsi Honda CBR150R yang lekat dengan image motor mahal, perawatannya mahal, tapi sebenarnya artikel ini hanya memberikan wawasan bahwa merawat Honda CBR150R tidak perlu harus selalu mahal terutama kalau tidak terjadi kerusakan yang serius sehingga memberikan solusi pada saat entah karena musibah apa menjadi terasa berat untuk merawat Honda CBR150R dengan part-part dan oli yang kelas premium. Dan juga bagi orang seperti saya yang masih menjadi mahasiswa dan bukan orang kaya raya sehingga sebagai kendaraan harian maka Honda CBR150R harus sehemat mungkin dalam hal perawatan.

premium-pertamax-plusHal yang paling utama adalah bahan bakar atau bensin untuk motor Honda CBR150R baik FI maupun old. Menurut buku manual menggunakan minimal RON 92 atau setara Pertamax, Shell Super dan sejenisnya. Tidak disarankan menggunakan bensin Premium bersubsidi dan kalau terpaksa menggunakan bensin Premium bersubsidi disarankan untuk mengoplos dengan Pertamax Plus dengan perbandingan 1:1 agar didapat bahan bakar dengan RON 92. Harga bensin Pertamax per September 2014 ini fluktuatif di sekitar Rp 11.500, sedangkan Pertamax Plus di sekitar Rp 13.000 dan Premium bersubsidi Rp 6.500. Sehingga untuk 8 liter Pertamax harga totalnya 8 x Rp 11.500 atau Rp 92.000, sedangkan harga bbm oplosan Premium+Pertamax Plus 4 x Rp 6.500 + 4 x Rp 13.000 = Rp 78.000, lebih hemat Rp 14.000.

enduro_4t_racingHal kedua yang sangat menentukan keawetan motor 4 tak adalah oli. Selalu gunakan oli yang sesuai anjuran di buku manual motor Anda. Dalam hal motor CBR150R adalah syarat oli menurut buku manualnya adalah memiliki sertifikasi JASO MA/MA2 dan API SJ/SL/SM/SN dan spek API yang lebih tinggi dilihat dari alfabet dibelakang angka S harus di atas huruf J. Kemudian kekentalan oli antara 10W-30 s.d 15W-40. Spek JASO MA/MA2 menunjukkan kalau oli itu dirancang untuk mesin jenis kopling basah. Jangan menggunakan oli yang terlalu kental karena akan sulit melumasi bagian-bagian mesin yang rapat pada mesin Anda. Untuk pilihan oli yang ekonomis antara lain adalah: AHM SPX1 10W-30 (rekomendasi pabrikan) harga Rp 52.000 sekalian ganti di Ahass daerah Jogja, Pertamina Enduro 4T Racing 10W-40 harga Rp 48.000, atau Shell AX7 10w40 harga Rp 60.000. AHM SPX1 dengan spek API SJ dan JASO MA dengan kekentalan 10W-30 menurut pengalaman saya sangat cocok untuk motor CBR150R dan performa mesin juga sangat bagus. Sedangkan Pertamina Enduro 4T Racing pernah menjadi oli favorit pada polling di salah satu thread di http://www.kaskus.co.id dan memberikan kepuasan pada hampir semua pemakainya. Untuk Shell AX7 10w40 sendiri menurut pengalaman merupakan salah satu oli yang berimbang antara performa dan juga menjaga mesin tetap halus. Selain itu jangan sampai telat mengganti oli karena kalau sampai telat maka biaya perbaikan mesin motor Anda akan menjadi sangat mahal. Rekomendasi berdasarkan pengalaman saya untuk penggantian oli adalah pada kisaran 1.300 km sampai 1.700 km. Yang penting diingat adalah jangan sampai terlambat dalam mengganti oli, karena fungsi daripada oli sangat vital dan kalau terlambat dalam penggantian akan mengakibatkan kerusakan di dalam mesin yang tentu akan sangat mahal biaya perbaikannya.

Berdasarkan wadah oli biasanya masa ganti oli maksimal hingga 4.000 atau 8.000 km, tetapi karena pemakaian oli di mesin cbr150r dengan rpm yang tinggi dan di perjalanan sering berhenti di kemacetan dan lampu merah juga jadi untuk lebih amannya maksimal setengahnya saja per 2.000 km. Pada masa pakainya  oli mengalami kerusakan dan kemampuan untuk melumasi mesin berkurang dan juga mengalami penguapan sehingga volum oli berkurang, hal ini bisa dirasakan dengan perpindahan gigi yang mulai keras dan kadang sulit dinetralkan pada saat mesin menyala, perseneling ketika diinjak tidak kembali secara otomatis, tarikan menjadi berat, hingga terjadinya selip kopling.

servis_ahass

Bagi pemilik motor Honda CBR150R yang belum berusia 3 tahun yang berarti pula masa garansi masih ada maka dianjurkan agar garansi tidak hilang setiap 4.000 km melakukan servis ke Ahass yang menangani servis Honda CBR150R dengan membawa buku servis. Biaya servis rutin CBR150R adalah sekitar Rp 100.000. Perlu diketahui bahwa pada saat melakukan servis rutin Anda tidak diharuskan untuk mengganti oli jika sekiranya oli Anda masih belum masa penggantian, tinggal bilang aja ke mekaniknya, “Olinya jangan diganti karena baru saja diganti.”.

kampasremcakramdepanhondaR-600x600Hal lainnya yang paling sering dilakukan untuk merawat motor adalah penggantian fast moving part semisal kampas rem. Kampas rem original untuk Honda CBR150R termasuk mahal, bahkan kampas rem depan sampai Rp 190.000. Cara lain agar lebih hemat adalah mengganti dengan kampas rem sejenis yang kompatibel semisal kampas rem Honda New Mega Pro yang dari beberapa sumber plug and play dengan harga Rp 40.000 saja, sebaiknya pilih suku cadang asli honda jangan make yang kw karena takutnya pingin lebih hemat tapi malah merusak part yang lain karena materialnya kurang bagus, untuk review kampas rem depan New Mega Pro pada Honda CBR150R FI bisa dibaca di blognya mas kojack.net di sini. Selain itu untuk kampas kopling berdasarkan info dari mas muhsin di blognya bonsaibiker.com bisa menggunakan kampas kopling Honda Tiger 2000 atau Honda CS1 dengan harga setengahnya saja, sumber di sini.

pajak_honda_cbr150r_fiKemudian yang tidak boleh terlupakan adalah membayar pajak kendaraan bermotor dan SIM Anda di kepolisian agar Anda bisa berkendara di lingkungan daerah NKRI dengan legal. Salah satu contoh pajak motor Honda CBR150R tahun 2014 adalah Rp 655.800 per tahunnya. Jangan sampai lupa membayar pajak karena kalau lupa maka Anda akan rawan kena razia polisi yang tentu saja akan menghabiskan banyak uang.

Mungkin itu saja sharing saya tentang cara hemat dalam merawat Honda CBR150R, semoga bermanfaat.