Arsip Kategori: Touring

Pengalaman Hampir Kena Begal Di Daerah Wates Kulonprogo Yogyakarta

Buk Begal

Salah satu tempat di daerah wates kulonprogo yang rawan pembegalan.

Sekedar sharing saja agar lebih berhati-hati ketika lewat khususnya di malam hari di Jl. Nagung-Brosot tepatnya di sekitar buk begal yang namanya sudah sangat deskriptif. Jalan ini mulai dari brosot ke arah barat hingga akhirnya sampai ke jl. wates-purworejo. Sebagian agak ramai dan dekat dengan pemukiman penduduk, tetapi di bagian tengah kanan-kiri jalan adalah bentangan sawah yang sangat luas dan jauh dari pemukiman warga.

Alkisah, kejadian ini terjadi saat malam idul fitri tahun 2015. Seperti biasa malam idul fitri saya menjemput istri dari kebumen untuk ke jogja merayakan idul fitri dengan keluarga besar di jogja. Karena istri masih masuk kerja sampai sore sehingga berangkat dari kebumen sudah lumayan larut jam 8 malam saat itu mengendarai Suzuki Skywave 125 yang masih sangat fit mesin dan cvtnya. Karena istri dalam keadaan mengandung anak pertama sudah lumayan besar sekitar 4 bulanan jadi saya mengendarai kendaraan dengan cukup lambat. Sampai di lampu merah di perempatan jl. wates – purworejo saya malah memilih jl. nagung-brosot karena saya fikir meskipun sudah jam 11 malam tetapi karena habis acara idul fitri pasti jalan masih ramai dan belum terlalu faham daerah itu. Perasaan mulai was-was ketika kok jalan sepi banget dan hampir tidak ada motor lewat.

Buk Begal

Buk Begal

Sesampainya di daerah sebelum buk begal dari tepi jalan dari balik pohon muncul orang berbaju dan celana panjang putih sambil membawa seperti tongkat kayu dan langsung menaiki motornya dan mengikuti motor kami. Saya mulai narik gas motor agak dalam, saya perhatikan 2 motor itu ngikutin terus sehingga saya tarik gas suzuki skywave sampai 80 km/jam lebih dengan membawa saya yg berat badan gajah dan istri saya yang lagi hamil sampai dia mukulin saya biar jangan ngebut-ngebut. Setelah hampir sampai perempatan dekat pemukiman kedua orang itu sudah tidak mengikuti lagi.

Sesampainya di rumah bantul sekitar jam 12 malam saya pun memberitahukan ke istri kalau tadi itu diikuti begal dan dia pun jadi ikut merasa takut. Puji syukur ke hadirat Allah SWT kami masih diberikan keselamatan dan anak kami sekarang Vania sudah berumur 2 tahun lebih.

Setelah mencari informasi ternyata memang di jalan itu ada jembatan atau biasa disebut buk yang namanya buk begal. Dan memang sering terjadi pembegalan di situ. Sehingga bagi teman-teman yang mau lewat daerah itu di malam hari sebaiknya memilih Jl. Deandles atau lewat Jl. kota Kulonprogo saja.

Sekian informasi ini semoga bermanfaat.

Iklan

Selamat datang bulan Ramadhan

Space1_jpg

Setelah hampir setahun bersusah payah, bekerja dan fokus bekerja untuk dunia akhirnya kita tiba lagi di bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Marilah kita menggeser prioritas untuk berdzikir dan mengkaji ilmu tentang Islam, merecharge hati dan fikiran yang kering dari dzikir dan doa. Dan sebagai umat Islam marilah kita meluruskan niat kembali bahwa kita sebagai manusia diciptakan Allah dengan tujuan untuk beribadah mengabdi kepadaNya, menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Di siang hari selama sebulan penuh kita berpuasa menahan dari makan dan minum, belajar untuk menahan hawa nafsu. Selain itu marilah kita belajar meningkatkan amal kebaikan untuk sesama manusia maupun sesama makhluk ciptaan Allah karena pahala di bulan suci Ramadhan dilipat gandakan.

Marilah kita berdzikir, berdoa dan memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat selama ini dan berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan. Karena di bulan suci ramadhan adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa dan pintu rahmat dan taubat dibuka lebar-lebar.

Untuk teman-teman kalau penulis banyak kesalahan baik dalam materi, bahasa maupun penulisan memohon maaf yang sebesar-besarnya. Dan saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan, semoga kita menjadi manusia yang lebih baik.

Solo Touring Jogja-Jepara-Kudus-Rembang-Jogja 2014

IMG_0034Karena tuntutan kerjaan saya terpaksa harus bepergian ke Jepara dan Rembang di sela-sela waktu kuliah yang padat dari hari senin sampai dengan kamis. Tapi ga apalah demi menjemput rejeki untuk keluarga. Setelah hari Jum’atnya mempersiapkan perbekalan dan baju ganti yang dibawa selama perjalanan akhirnya pada hari Sabtu 22 November 2014 saya berangkat pada pagi hari sekitar jam 6 pagi WIB menuju lokasi tujuan pertama yaitu Jepara.

Karena belum tahu jalan menuju jepara jadi saya menggunakan Google Maps untuk penunjuk arah dan memilih jalur Jogja-Magelang-Semarang-Demak-Kudus-Jepara. Setelah kilo meter demi kilo meter di lalui dan sempat keblasuk atau tersesat mau masuk ke jalan tol Ungaran-Bawen karena lupa setting pencarian rute tidak make opsi avoid tolls. Tapi akhirnya dengan insting manual bisa mengubah jalur rute perjalanan dengan menghindari jalan tol di tersebut. Setelah itu jalan lancar menuju daerah semarang yang menanjak namun belum membuat honda cbr150r kesulitan dan masih bisa berlari dengan kecepatan lumayan tinggi.

IMG_0004Sesampainya di semarang langsung melewati jalan menuju Demak dan Jepara, matahari dah mulai tinggi membuat suhu jalanan menjadi semakin panas. Karena sinar matahari yang terik membuat ponsel terlalu panas dan charger hp di motor kurang maksimal dan power hp pun berkurang hingga hampir ngegrop tapi untunglah dengan sedikit meredupkan display handphone masih bisa bertahan. Begitu sampai jalanan menuju jepara ada beberapa jalanan yang diperbaiki sehingga agak macet. Namun dengan bantuan google maps tidak kehilangan arah dan akhirnya sampai di Jepara. Di sana karena sudah merasa lapar mampir dulu beli bakso di daerah pasar mayong. Lumayan murah bakso dan es teh cuma habis Rp 7.000.

IMG_0015Kemudian setelah selesai makan bakso lalu sholat dhuhur dulu di masjid baiturahman kalinyamatan jepara. Masjid berlantai dua bercat hijau yang sangat megah. Lumayan bisa beristirahat sebentar di sana kemudian harus segera menuju ke tempat klien.

IMG_0019Setelah kerjaan di sana selesai kemudian pamit dan menuju ke tempat tujuan berikutnya yaitu rembang. Tapi karena hari sudah menjelang malam jadinya mencari tempat untuk sholat maghrib dan penginapan yang rencananya di daerah kudus.

IMG_0022Karena waktunya mepet maghrib maka mampir dulu ke masjid baiturahman lagi karena hanya itu tempat yang paling hafal disana. Sempat sholat ashar sebelum akhirnya azan maghrib. Setelah sholat maghrib kemudian jalan-jalan di sekitar masjid ada penjual angkringan yang makanannya lumayan lezat dan harganya cukup murah.

IMG_0026Setelah itu melanjutkan perjalanan ke kota kudus dan mencari penginapan. Ternyata penginapan di daerah kudus lumayan mahal juga paling murah dapat di hotel amandah Rp 200.000 per malam, single bed besar, breakfest, dan kolam renang. Tapi tirai banyak yg berlubang dan kunci pintu agak rusak dan pintu kamar mandi yang tua dan dimakan rayap tapi lumayanlah daripada tidur di pinggir jalan. Setelah sholat isya’ lalu lekas tidur sehingga paginya bisa bangun dengan segar-bugar. Setelah sholat subuh, mandi dan sarapan lalu bergegas berangkat menuju rembang.

IMG_0035Jalur yang dilewati saat menuju rembang sangat indah melewati daerah para petani garam sedang bekerja. Sempat berhenti sebentar dan mengambil foto-foto. Kemudian melanjutkan perjalanan dan gas pol.

IMG_0039Sesampainya di rembang kemudian menuju ke tempat klien untuk menyelesaikan kerjaan hingga maghrib. Setelah kerjaan selesai kemudian mampir sholat dulu di pom bensin kemudian menuju jogja. Pada saat touring harus pintar memilih tempat berhenti yang aman, diantaranya adalah pom bensin dan pos polisi yang ada polisinya.

Setelah selesai sholat maghrib kemudian gas pol pulang menuju ke jogja. Sekitar jam 8 malam timbul masalah karena saya memilih jalur lewat purwodadi padahal sudah hampir jam 9 malam dan jarak ke rumah masih 170 km. Melewati jalur pedesaan yang belum begitu terang dan sepi sedangkan motor yang digunakan cukup menarik perhatian para begal yaitu cbr150r fi. Karena menurutku beresiko maka saya balik arah kembali ke daerah Pati dan memilih jalur lewat rute pati-kudus-demak-semarang-magelang-jogja. Karena jalanan halus dan sepi jadi bisa gas pol dan meskipun jalur lebih panjang tapi bisa ditempuh dengan lebih cepat.

Sesampainya di kota  magelang sekitar jam 00.30 benar-benar seperti melihat kota mati sunyi ga ada orang cuma ketemu satu gelandangan di tepi jalan yang terlihat mirip zombie. Setelah kembali ke jalur antar kota ternyata masih ramai hampir tiap setengah menit ada mobil atau truck yang lewat.

Setelah menempuh perjalanan panjang di malam hari itu yang alhamdulillaah tidak turun hujan lebat akhirnya sampai kembali di jogja. Dalam rute yang total sekitar 750 km yang ditempuh selama 3 hari itu menghabiskan pertamax Rp 200.000 rupiah.

Menggati Oli Motor paling jauh dari rumah

IMG_0007_resizePada tanggal 3 Oktober 2014 kemarin saya ada kerjaan yang harus dilakukan di daerah Paiton Probolinggo Jawa Timur sehingga saya memutuskan untuk ngegas ke sana dengan sepeda motor sambil menghafalkan jalan di pantura pulau jawa. Karena umur oli yang saya gunakan dah 1.000 km dan dalam perjalanan motor selalu digeber dengan kecepatan tinggi dan rpm tinggi sehingga saya memutuskan untuk mengganti oli motor karena takut oli motor menguap dan kekurangan oli.

Penggantian dilakukan di salah satu cabang Aries Putra Motor di daerah nganjuk. Biaya penggantian oli dan olinya SPX1 1 L menghabiskan biaya Rp 53.000, cukup terjangkau untuk oli yang lumayan bermutu.

Setelah penggantian oli lanjut ngegas ke Paiton Probolinggo yang masih beberapa ratus kilo meter lagi.

Sekian informasinya semoga bermanfaat.